Pembiayaan WOM Finance dan Adira Bertumbuh
Perusahaan multifinance masih mencatatkan pertumbuhan pembiayaan pada tahun lalu. Efeknya, ada beberapa multifinance
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Perlambatan laba asuransi juga ini juga datang dari komponen biaya akuisisi berupa engineering fee. Pelaku bisnis asuransi umum sempat mempersoalkan penerapan engineering fee ini.
Tahun ini para pelaku industri telah sepakat tak lagi mengeluarkan biaya tambahan seperti engineering fee yang membebani biaya operasional perusahaan.
Direktur Utama Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan secara umum, dengan dihapusnya engineering fee ini memang diharapkan bisa menurunkan beban kepada perusahaan ini.
Laba Asuransi Tumbuh Tipis
Kinerja asuransi umum cenderung melambat di sepanjang 2018. Secara rata-rata, pelaku usaha harus puas dengan pertumbuhan laba hanya di posisi satu digit.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai akhir 2018, industri asuransi umum meraih perolehan laba sebesar Rp 5,71 triliun. Realisasi itu tumbuh 4,59% dibandingkan tahun 2017, yaitu sebesar Rp 5,46 triliun.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Indonesia (AAUI) Dody A.S Dalimuthe menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi realisasi laba dari perusahaan asuransi. Ada dari kenaikan jumlah beban usaha sebesar 11,78% menjadi Rp 11,96 triliun di 2018.
Melambatnya pertumbuhan laba juga disebabkan oleh faktor kinerja hasil investasi. Diketahui, hasil investasi industri asuransi umum turun tipis, yakni 3,37% menjadi Rp 4,25 triliun pada 2018. Padahal di tahun sebelumnya, hasil investasi masih sebesar Rp 4,40 triliun. “Hasil investasi yang turun juga turut mempengaruhi laba atau rugi perusahaan,” ujar Dody. Faktor lainnya, adalah kenaikan jumlah beban underwriting. (Nur Qolbi, Galvan Yudistira/Ferrika Sari)