Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tak Sesederhana Kelihatannya, Ini Jalan Panjang Menuju Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI

Tak Sesederhana Kelihatannya, Ini Jalan Panjang Menuju Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI

Editor:
ANTARA FOTO
Edy Rahmayadi (kiri) menyerahkan bendera organisasi PSSI kepada Joko Driyono dalam Kongres Tahunan PSSI. Dalam Perjalanannya, Adegan Itu Menjadi Cikal Bakal Rencana Menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Beberapa Waktu ke Depan 

KLB dilatarbelakangi kasus dugaan korupsi yang menjerat Ketua Umum PSSI kala itu, La Nyalla Mattalitti.

Keinginan terlaksananya KLB kala itu lahir dari Kelompok 85 yang diinisiasi Manajer Persib, Umuh Muchtar.

Baca: Pernah Tolak Persib Bandung, Ini Alasan Patrick Cruz Pakai Nomor 46 di Chonburi FC

Baca: Brexit Dinilai Akan Kacaukan Formula 1 dan Tim-tim dari Inggris

Kelompok 85 sendiri terbentuk oleh para voters setelah melakukan pertemuan di sebuah tempat di Ciamis, Jawa Barat.

Umuh tampil sebagai sosok utama di balik pertemuan pada 26 Februari 2016 tersebut.

Dari 49 voters, khususnya wakil dari tim-tim di Divisi Utama dan Liga Super Indonesia (ISL), kelompok 85 terus berkembang.

Terakhir, kelompok 85 ini berisikan 87 hingga 89 voters, termasuk wakil dari Asosiasi Provinsi (asprov).

Adapun KLB itu menghasilkan beberapa keputusan di antaranya penetapan Hinca Pandjaitan sebagai Plt Ketua Umum PSSI.

Kala itu, Hinca mendapat 82 suara, dari 105 voters yang hadir.

Kemudian, Komite Pemilihan dan Komite Bandung Pemilihan juga disahkan dalam KLB tersebut.

Agum Gumelar ditunjuk sebagai Ketua Komite Pemilihan, sementara Erick Thohir menjadi Ketua Komite Banding.

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, tatkala diwawancarai secara ekslusif oleh Kompas.com.
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, tatkala diwawancarai secara ekslusif oleh Kompas.com. (KOMPAS.COM)

Dalam perjalanannya, KLB PSSI di Ancol tersebut pun bermuara dengan naiknya Edy Rahmayadi ke tampuk kepemimpinan PSSI.

Sebelum pada akhirnya Edy Rahmayadi meletakkan jabatannya dalam Kongres Tahunan PSSI di Bali, hampir tiga tahun kemudian, atau 20 Januari 2019.

Kini, kasus yang menjerat Joko Driyono kembali menjadi awal mula dari siklus permusyawaratan federasi sepak bola Indonesia ini.

Jokdri yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor semakin menguatkan desakan untuk melakukan perubahan.

Meski pada prakteknya, tak ada Kelompok 85 seperti yang terjadi tiga tahun silam di balik rencana KLB ini.

(SUMBER: BOLASPORT.COM)

Tribunmanado.co.id menyajikan informasi siaran langsung, live streaming, video highlight hasil pertandingan sepakbola, MotoGp, Formula 1 dan berita seputar dunia olahraga

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved