Tak Sesederhana Kelihatannya, Ini Jalan Panjang Menuju Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI

Tak Sesederhana Kelihatannya, Ini Jalan Panjang Menuju Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI

ANTARA FOTO
Edy Rahmayadi (kiri) menyerahkan bendera organisasi PSSI kepada Joko Driyono dalam Kongres Tahunan PSSI. Dalam Perjalanannya, Adegan Itu Menjadi Cikal Bakal Rencana Menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Beberapa Waktu ke Depan 

Dalam forum itu, desakan KLB harus menyertakan alasan-alasan yang jelas dan kuat sebagai dasar dan landasan.

Andaikan dalam Kongres Biasa PSSI permintaan itu ditolak forum, inisiator juga dapat meminta bantuan kepada induk sepak bola dunia, FIFA, untuk menekan PSSI menggelar KLB.

Apabila langkah-langkah itu telah ditempuh dan mendapat lampu hijau, bukan berarti KLB sekonyong-konyong dapat digelar.

Setidaknya, butuh waktu hingga tiga bulan sejak tanggal disetujui, sebelum KLB dapat benar-benar diselenggarakan.

Terakhir kali, KLB PSSI digelar pada 3 Agustus 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

KLB dilatarbelakangi kasus dugaan korupsi yang menjerat Ketua Umum PSSI kala itu, La Nyalla Mattalitti.

Keinginan terlaksananya KLB kala itu lahir dari Kelompok 85 yang diinisiasi Manajer Persib, Umuh Muchtar.

Baca: Pernah Tolak Persib Bandung, Ini Alasan Patrick Cruz Pakai Nomor 46 di Chonburi FC

Baca: Brexit Dinilai Akan Kacaukan Formula 1 dan Tim-tim dari Inggris

Kelompok 85 sendiri terbentuk oleh para voters setelah melakukan pertemuan di sebuah tempat di Ciamis, Jawa Barat.

Umuh tampil sebagai sosok utama di balik pertemuan pada 26 Februari 2016 tersebut.

Dari 49 voters, khususnya wakil dari tim-tim di Divisi Utama dan Liga Super Indonesia (ISL), kelompok 85 terus berkembang.

Halaman
123
Editor:
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved