Kriminal

Polda Sulut Sebut Pemilik Buaya Merry yang Terkam Deasy Tuwo Tidak Ditahan karena Faktor Usia

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, selain 14 orang saksi pihak kepolisian sudah melakukan penetapan terhadap WNA Jepang pemilik buaya.

Polda Sulut Sebut Pemilik Buaya Merry yang Terkam Deasy Tuwo Tidak Ditahan karena Faktor Usia
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Ibrahim Tompo SIK MSi 

"Ada tim mengarah ke Ternate, diduga WN Jepang itu ada di Ternate. Bantu kami juga pihak polisi untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Apakah dibunuh atau tidak, pihaknya masih lakukan pengembangan kematian Deasy Tuwo.

"Polres Tomohon dibantu oleh Polda Sulut untuk ungkap kasus ini," pungkasnya.

Evakuasi Buaya pemangsa Deysi Tuwo
Evakuasi Buaya pemangsa Deysi Tuwo (istimewa)

Menurut mantan petugas keamanan di perusahaan CV Yosiki, Noldy Pinontoan, buaya bernama Merry itu dibeli di Bitung pada tahun 1999.

Namun, awalnya perusahaan tersebut membeli dua ekor buaya, tapi hanya Merry yang bertahan hingga saat ini.

Diketahui, pemilik dari buaya tersebut adalah seorang WNA asal Jepang bernama Ochiai.

Di perusahaan milik Ochiai, selain memelihara buaya juga memelihara ikan arwana.

Buaya yang sudah dua dekade itu ternyata gemar makan makanan segar.

Buaya pemangsa Deasy Tuwo memiliki panjang sekitar 5 meter dan berat 600 kilogram.
Buaya pemangsa Deasy Tuwo memiliki panjang sekitar 5 meter dan berat 600 kilogram. (ISTIMEWA)

Mantan pekerja di perusahaan CV Yosiki, Merry Supit (36) mengatakan jika buaya tersebut harus diberi makanan segar.

Bila makanan itu telah mengalami proses pembekuan, maka ia tidak akan memakannya.

Halaman
1234
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved