Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PT Multi Nabati Sulawesi Ekspor 6.800 Bungkil Kopra dan Sawit ke Korea Selatan

PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) melepas ekspor seberat 6.800 ton bungkil kopra (copex) dan bungkil sawit (PKE) dengan tujuan Korea Selatan.

Penulis: Chintya Rantung | Editor: maximus conterius
Tribun Manado
Kepala Balai Pertanian Dr Ir Ali Jamil didampingi Kepala Balai Karantina Klas I Manado Ir Junaidi menyerahkan berkas ekspor kepada General Manager PT MNS Bitung yang akan mengekspor bungkil kopra dan sawit ke Korea Selatan, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Chintya Rantung

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) melepas ekspor seberat 6.800 ton bungkil kopra (copex) dan bungkil sawit (PKE) dengan tujuan Korea Selatan, Kamis (14/2/2019).

Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Kecamatan Madidir, Kota Bitung.

Bungkil sawit atau palm kernel expeller (PKE) atau palm kernel meal (PKM) adalah produk turunan kelapa sawit hasil proses pengolahan inti sawit menjadi minyak sawit.

Adapun bungkil kopra atau lebih dikenal dengan copra expeller (copex) adalah hasil
sampingan dari penggerusan kopra (daging kelapa).

Baca: India, Pasar Baru Produk Bungkil Kopra Asal Sulawesi Utara

Kepala Balai Pertanian Dr Ir Ali Jamil didampingi Kepala Balai Karantina Klas I Manado Ir Junaidi menjelaskan, PT MNS Bitung merupakan salah satu mitra dari Balai Pertanian.

"Berdasarkan arahan dari Presiden dan melalui Kementerian Pertanian supaya memperderas arus ekspor dari negara Indonesia ke negara luar," katanya.

Dengan diserahkannya dokumen fitosanitari kepada eksportir-eksportir yang ada di Sulawesi Utara, terutama di Bitung, akan mempermudah semua urusan perkarantinaan, pemeriksaan di lapangan dengan tetap mengacu pada prosedur standar yang berlaku.

"Kami meminta bantuan dan instansi pemerintah daerah dan instansi lainnya untuk membimbing para petani supaya komoditas bisa menjadi kualitas ekspor dan diterima negara luar lainnya," kata Jamil.

Baca: Balai Karantina Pertanian Manado Luncurkan Program Agro Gemilang

Lanjutnya, Balai Karantina pun memberikan program Agro Gemilang, yakni bimbingan teknis untuk mengundang para generasi milenial untuk berjuang bagi negara supaya dari peningkatan devisa negara.

"Supaya neraca perdagangan kita bisa surplus. Apalagi cita-cita di tahun 2045 kementerian menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan," sebutnya.

Eddy Kho, General Manager PT MNS Bitung, mendukung program pemerintah untuk ekspor nonmigas.

Dia menyebut, Indonesia timur merupakan wilayah perkembangan baru yang memiliki potensi yang besar.

"Dengan adanya ekspor nonmigas ini perusahaan dapat berkembang dan turut membantu program pemerintah Sulut dan Bitung sebagai kawasan ekonomi khusus," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved