Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Balai Karantina Pertanian Manado Luncurkan Program Agro Gemilang

Ekspor tersebut dapat mengamankan dan menjaga potensi ekonomi agribisnis Sulawesi Utara dengan estimasi sekitar Rp 8.464.599.620.000.

Penulis: Chintya Rantung | Editor: maximus conterius
Tribun Manado
Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Manado luncurkan program Agro Gemilang, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Chintya Rantung

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Menghadapi era revolusi industri 4.0 Badan Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Manado meluncurkan program Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa (Agro Gemilang), Jumat (1/2/2019).

Peluncuran tersebut ditandai dengan peluncuran ekspor produk kelapa dengan tujuan Cina di CV Puri Bitung Gemilang, Kota Bitung.

Kepala BKP Manado Ir Junaidi mengatakan, pihaknya menggunakan sistem Indonesia Full Automation System (IQFAST) yang merupakan big data dari kegiatan operasional perkarantinaan.

Dari data tersebut, tercatat ekspor komoditas mencapai 1.500 kali dengan volume 3.016.650 ton, 458.439.408 kilogram, 23.351 gram, dan 12 batang.

"Ada 35 jenis komoditas ekspor yang didominasi pala, kelapa dan turunannya seperti tepung kelapa, bungkil kelapa, minyak sawit, minyak kelapa, kopra, pala biji, fuli, daging pala, kulit pala, dan cengkih,” kata dia.

Dari total 1.500 kali frekuensi ekspor, kata dia, 1.184 kali melalui pelabuhan laut Bitung dengan volume 392.439,5 ton.

BERITA POPULER:

Baca: OJK Suluttenggo: Bank SulutGo Ingin Ganti Direksi, Silakan Saja tapi Penuhi Syarat Ini

Baca: Pegadaian Galeri24 akan Jual 5,2 Ton Emas di Tahun 2019  

Baca: Garuda Lakukan Penyesuaian Tarif Tiket, Rute Padat tak Mungkin Turun Harga

Ekspor tersebut dapat mengamankan dan menjaga potensi ekonomi agribisnis Sulawesi Utara dengan estimasi sekitar Rp 8.464.599.620.000.

Dari nilai tersebut pada tahun 2018 diperoleh penerimaan negara bukan pajak sebesar 204 persen atau sebesar Rp 1.503.869.574.

Adapun CV Puri Bitung Gemilang yang melakukan ekspor adalah satu dari 11 perusahaan eksportir komoditas pertanian yang sudah ditetapkan untuk diakselerasi tempat dan komoditasnya.

Hal itu untuk memenuhi persyaratan negara tujuan serta menjamin dan meningkatkan daya saing produk yang diekspor. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved