Jaksa KPK Gali Asal-usul Apartemen Model Asal Manado

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali aliran dana dugaan suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Aceh

Jaksa KPK Gali Asal-usul Apartemen Model Asal Manado
kompas.com
Fenny Steffy Burase, model asal Manado. 

Bahkan, Farah menyebut Steffy sempat tinggal di Emerald Residence Pedurenan Jakarta Selatan dan sudah sekitar 2 bulan di menempati apartemen di kawasan premium, Setiabudi Residence, Jaksel.

Diketahui, harga sewa apartemen itu disinyalir di kisaran belasan juta rupiah.

Dalam BAP itu juga disebutkan Farah mengetahui keadaan ekonomi Steffy sehingga dia menduga biaya sewa apartemen yang ditempati oleh sahabatnya itu dibiayai oleh Irwandi. "Ini keterangan saudara Steffy dibantu Irwandi Yusuf?" tanya jaksa kepada Farah.

Menurut Farah, isi BAP tersebut merupakan kesimpulan dari penyidik KPK yang memeriksanya. "Itu penyidik menyimpulkan seperti itu, tapi saya tidak berbicara seperti itu karena yang ditanyakan penyidik adalah, kalau itu suaminya, masak sih nggak dibiayain. Jadi kan saya menyimpulkan, oh iya, kalau memang itu suaminya, pasti suaminya yang biayai. Jadi begitu kesimpulan yang dibuat penyidik," kata Farah.

Steffy Burase telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus Irwandi Yusuf dkk pada persidangan Senin pekan lalu. Namun, justru Steffy tampak hadir menyaksikan proses persidangan dari barisan kursi pengunjung sidang. Kehadiran Steffy menarik perhatian pengunjung sidang lainnya.

Dengan tampil mengenakan pakaian berwarna serba gelap, Steffy terlihat terus memperhatikan jalannya persidangan. Saat itu, ada tujuh saksi yang secara bergantian dimintai keterangan oleh jaksa KPK, penasihat hukum terdakwa dan majelis hakim.

Mereka yaitu, Direktur PT Kenpura Alam Nangro, Dede Mulyadi, Staff Keuangan PT Kenpura Alam Nangro, anggota DPRD Provinsi Aceh, Samsul Bahri, Irfan dari pihak swasta, Muchlis dari pihak swastan Apriansyah dari pihak wiraswasta, dan kerabat Steffy Burase, Farah Amalia.

Ditemui seusai persidangan, Steffy Burase membantah menerima aliran uang hasil dugaan suap dari Irwandi atau terdakwa lain, termasuk pembiayaan sewa apartemen yang ditempatinya. Dia mempunyai alasan pindah ke apartemen yang lebih bagus.

Dia mengaku terpaksa memilih tempat tinggal lebih bagus karena sudah memilih tinggal di Indonesia. Sebab, dia mempunyai keperluan mengurusi kegiatan Aceh Marathon 2018. "Dulu kenapa saya menginap di tempat biasa saja, karena saya hampir tidak pernah ada di Indonesia. Ngapain saya bayar Rp 15 juta sebulan untuk taruh barang," kata dia.

Sebelumnya, dia hanya menggunakan apartemen untuk menaruh barang. Hal ini karena dia masih bolak-balik dari Indonesia ke luar negeri. "Pada akhirnya setelah saya mengurus Aceh Marathon, saya pindah ke apartemen yang lebih mahal Rp 5 juta dari apartemen yang saya. Karena saya stay di Jakarta terus," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved