Lava Gunung Karangetang

Guguran Lava Karangetang Terus Mengalir, Warga di Sekitar Sungai yang Berhulu di Karengetang Siaga

Didi Wahyudi, petugas kantor pengamatan gunung Karangetang menjelaskan, aktivitas guguran lava masih tinggi

Guguran Lava Karangetang Terus Mengalir, Warga di Sekitar Sungai yang Berhulu di Karengetang Siaga
Tribun manado / Alpen Martinus
Lava Gunung Karangetang hingga ke laut 

Guguran Lava Karangetang Terus Mengalir, Warga di Sekitar Sungai yang Berhulu di Karengetang Siaga

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Aktivitas guguran Lava Gunung Api Karangetang masih tergolong tinggi.

Didi Wahyudi, petugas kantor pengamatan gunung Karangetang menjelaskan, aktivitas guguran lava masih tinggi.

"Potensi untuk melebarkan dan terjadinya guguran masih bisa terjadi," jelasnya.

Termasuk hembusan masih berpotensi terjadi. "Namun untuk kuatnya masih belum bisa diprediksi," jelas dia.

Ia menambahkan, secara visual gunung terlihat asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah.

Baca: Pengungsi Gunung Karangetang Dipindahkan dari GMIST Nazaret Kawahang

Baca: Erupsi Gunung Karangetang Meningkat, Pemkab Sitaro Tetapkan Tanggap Darurat, Warga Dipaksa Mengungsi

Baca: Puluhan Personel Kodim 1301 Sangihe Bantu Warga yang Terdampak Erupsi Gunung Karangetang

Asap kawah dua putih sedang-tebal tinggi sekitar 100 meter. "Suara gemuruh lemah sesekali terdengar," jelasnya.

Untuk aktivitas kegempaan terekam guguran terjadi 11 kali, dengan amplitudo 3-5 mm, berdurasi 55-60 detik.

Hembusan terjadi 10 kali dengan amplitudo 6-52 mm, berdurasi 25-65 detik, tektonik jauh 4 kali dengan amplitudo 4-50 mm, S-P 15 detik, dan berdurasi 60-70 detik. Microtremor terekam dengan amplitudo 0.25-1 mm (dominan 0.25 mm).

Tingkat aktivitas gunung Karangetang level III atau siaga.

Lava Gunung Karangetang hingga ke laut
Lava Gunung Karangetang hingga ke laut (Tribun manado / Alpen Martinus)

Berdasarkan status tersebut, mereka merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Masyarakat yang berada di area Baratlaut-Utara dari kawah dua, di antaranya dusun Niambangeng, Beba dan kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (Amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved