Kapolres Talaud Terima Gelar Adat

Kapolres Talaud bersama sejumlah pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) mendapat sapaan dan gelar adat.

Kapolres Talaud Terima Gelar Adat
Istimewa
Kapolres Talaud Prasetya Terima Gelar Penghormatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Kapolres Talaud bersama sejumlah pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) mendapat sapaan dan gelar adat, dari unsur adat kabupaten kepulauan Talaud.

Menurut Kapolres Talaud AKBP Prasetya, selain dirinya sapaan dan gelar yang diberikan oleh Bupati Sri Wahyumi Manalip kepada unsur Forkopimda yang ada.

"Menariknya kami berlima forkompinda di Talaud lima berasal dari luar Talaud. Kajari berasal dari Jawa (Tuban), saya juga Jawa, Danlanal dari Batak, Ketua PN Talaud dari Jawa dan Dandim dari Kalimantan," kata Kapolres kepada wartawan, Rabu (06/02/2019).

Baca: Kapolres Talaud Sambangi Miangas, Ada Apa???

Menurut Kapolres intinya dalam pluralisme yang ada, mereka bersepakat dan optimis bahwa kebhinekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga persatuan dan kesatuannya. 

Diterima secara adat menjadi bagian dari masyarakat Talaud lewat gelar yang diberikan merupakan suatu kebanggaan bagi mereka.

Kepada masyarakat juga diharapkan untuk dapat bekerjasama dan tak perlu sungkan jika memerlukan bantuan kepada mereka sesuai dengan tupoksi masing – masing instansi, sembari mengajak untuk bersama – sama membangun Kabupaten Kepulauan Talaud dari berbagai bidang.

Baca: Kapolres Talaud Ajak Warga Melonguane Sambut Natal Tanpa Miras

Penganugerahan gelar dan sapaan adat ini disaksikan ribuan mata tamu dan undangan yang hadir, baik dari dalam maupun luar daerah yang berkesempatan hadir pada ritual adat tahunan di wilayah perbatasan antara NKRI – Filipina ini.

Dengan adanya penganugerahan gelar adat yang baru diterimanya, merupakan kepercayaan dan kehormatan dari warga Talaud, tak hanya bagi dirinya tapi juga institusi kepolisian. 

Baca: Kapolres Talaud Sambangi Miangas, Ada Apa???

"Kami dari kepolisian akan siap bersama-sama untuk melindungi dan melayani masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud," ujar Kapolres Talaud.

‎Pemberian gelar adat tersebut lanjut Kapolres berlangsung pada saat ritual adat Rangkattu Tonna 2019, di objek wisata Beo Boulevard Center (BBC), Kamis (31/1/2019).

Baca: Terkait Kasus Penikaman di Kampis Kairagi, Korban Dibawa ke Bitung dan Bakal Dimakamkan di Talaud

Dari informasi yang dirangkum ritual adat tersebut merupakan permohonan doa syukur atas pemeliharaan Tuhan selama tahun yang telah dijalani dan permohonan akan pemeliharaan Tuhan sepanjang 2019, agar senantiasa pemerintah dan masyarakat Talaud selalu dilindungi dan diberkati oleh Yang Maha Kuasa (Tuhan).

Satu di antara hal menarik dalam rangkaian susunan acara dan berbagai prosesi ritual Naik Tahun Baru 2019 atau dalam bahasa Talaud disebut Lunusudu Daroha Rangkattu Tonna 2019, diantaranya Malambe Sinangian Ratu’n Taloda, dimana Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip mewakili unsur adat memberikan sapaan dan gelar adat kepada unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam prosesi manarimatta lai manaraka manara tanginu Malambe Sinangiang Ratun Taroda, Ratun Taroda memasangkan paporong (topi adat) ke kepala unsur forkopimda, sebagai tanda penerimaan sekaligus pemberiaan sapaan dan gelar adat. (crz)

Berita Populer: Wanita Ini Sengaja Copot Handuknya di Depan Driver Ojol, Netter Bereaksi!

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved