Pembunuhan Ayah Tiri
Anak Tiri Tikam Ayah hingga Tewas di Perkamil, Begini Kronologinya
Rumbhe Mandak (49), warga Kelurahan Perkamil, Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, tewas dengan banyak luka timaman dan tebasan yang dilakukan anak tiri
Penulis: Tirza Ponto | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rumbhe Mandak (49), warga Kelurahan Perkamil, Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, tewas dengan banyak luka timaman dan tebasan yang dilakukan anak tirinya berinsial BM alias Boris (21).
Peristiwa pembunuhan terjadi di dalam rumah, Rabu (6/2/2019) subuh, sekitar pukul 05.00 Wita.
Kejadian itu berawal saat korban menegur terduga pelaku dengan kata kasar, saat itu terduga pelaku sedang asyik bermain game di handphone sambil merokok, di dalam kamar dengan kondisi sudah dipengauri miras.
Baca: BREAKING NEWS - Pembunuhan di Perkamil, Seorang Pria Tewas Dibunuh Anak Tirinya, Berawal Adu Mulut
Baca: BREAKING NEWS: Heboh Penemuan Mayat Tanpa Busana di Bolsel, Gadis 13 Tahun Diduga Korban Pembunuhan
Baca: FAKTA Terbaru Kematian Viransi Tarek, Pada 2 Januari Dijemput Tiga Teman, Dua Dari Desa Tokin
Tidak terima dengan teguran dari ayah tirinya, terduga pelaku keluar dari kamar sambil buat keributan.
Dari situ, korban mengejar terduga pelaku dan memukul anak tirinya sampai terjatuh di lantai.
Tidak terima dengan perbuatan korban, terduga pelaku mengambil pisau di dapur, dan langsung menikam korban di beberapa bagian tubuh korban.
Akibatnya, korban meninggal di lokasi kejadian dengan berlumuran darah.
Sementara terduga pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian. Kapolsek Tikala AKP Taufiq Arifin, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Korban saat ini akan di autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya.
PEMBUNUHAN AYAH TIRI DI KAIRAGI
Sebelumnya, pada Minggu (20/01/2019) dini hari, kasus yang sama juga pernah terjadi di Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut.
Tersangkanya adalah AM alias Anto (27).
Korbannya adalah ayah tirinya, Arangias Nelson Tarade, warga Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Korban dibunuh di rumah kos-kosan milik Abdul Rauf
Tersangka Anto ditangkap polisi saat bersembunyi di kompleks Pekuburan Mahawu, Kota Manado, Minggu (20/01/2019) siang.
AM alias Anto diduga telah membunuh ayah tirinya, Arangias Nelson Tarade, dengan menggunakan gunting.
Setelah melakukan pembunuhan, tersangka Anti membuang barang bukti gunting tersebut.
Korban mengalami luka tusuk di beberapa titik, dan yang paling parah luka sedalam 16 cm di dada sebelah kanan.
Tersangka Anto melarikan diri ke Bitung setelah melakukan pembunuhan terhadap ayah tirinya.
Namun, tidak lama kemudian tersangka kembali ke Manado.
"Pelaku awalnya melarikan diri ke Kota Bitung, namun ia kembali ke Manado dan bersembunyi di Pekuburan Mahawu. Dari situ saya dan anggota saya langsung menangkapnya," ujar Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani SE
Pembunuhan tersebut ternyata gara-gara hal sepele. Tersangka kesal, sang ayah sering menyuruhnya.
AKP Muhlis Suhani mengatakam tersangka kesal karena ayah tiri sering menyuruhnya.
"Untuk sementara pelaku mengaku kalau dirinya menikam korban karena korban selalu menyuru pelaku dan hal itu membuat pelaku kesal dan marah kepada korban," jelas Kapolsek.
Jenazah dimakamkan Talaud, tepatnya di Melonguane.
"Semua keluarga korban berada di Talaud, kami yang ada di sini, tapi dia tidak tinggal dengan kami, dia tinggal indekos di sini (Manado) karena anak-anaknya sekolah di sini," terang Yurin Tarende, sepupu korban beberapa waktu lalu
Yurin yang merupakan ASN di RS Bhayangkara ini juga mengatakan, tidak tahu kalau mereka ada masalah selama ini sampai kejadian tadi.
Ia pun menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini.
"Harapan kami polisi dapat mengungkap kasus ini dan tersangka dapat diproses setimpal dengan perbuatannya," harap dia.
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kapolsek-tikala-akp-taufiq-arifin.jpg)