Lava Gunung Karangetang
Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Petugas Pos Pemantau Minta Evakuasi Warga Sejumlah Kampung
Aktivitas Gunung Karangetang yang terus meningkat membuat pos pengamat Karangetang mengeluarkan tujuh rekomendasi, Rabu (6/2/2018)
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
Masyarakat maupun BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Sitaro, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi gunung Karangetang setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https:l/magma vsi esdm.go.id atau melalui aplikasi android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.
Baca: Gunung Karangetang di Sitaro Muntahkan Lava Panas, Wanita ini Hanya Bawa Alkitab saat Dievakuasi
Baca: Gunung Karangetang Muntahkan Lava Panas ke Kali, Ratusan Warga di Sitaro Mengungsi

Lava Tutupi Jalan Kawahang- Batubulan
Sebelumnya, Selasa (5/2/2019), guguran lava Gunung Karangetang telah menutupi jalan dari Kampung Kawahang menuju Batubulan di Kabupaten Sitaro.
Lava yang melewati Kali Malebuhe menutupi akses tersebut setinggi sekitar 50 meter. Sehingga jembatan di kali tersebut tak terlihat lagi sejak pagi tadi.
Lava tersebut mengalir sejak dari kawah Gunung Karangetang sejak Sabtu (2/5/2019).
Lava mengalir lambat di Kali Malebuhe hingga menutupi Jalan Kampung Kawahang dan Batubulan pada Senin malam.

Bupati Sitaro Kunjungi Pengungsi Terisolir
Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen sambangi korban bencana alam guguran lava di Batubulan
Ia mengunjungi korban yang mengungsi di balai kampung Batubulan menggunakan jalur laut, sebab jalan yang digunakan melintas ke Kawahang sudah tertutup.
"Warga Batubulan yang mengungsi di balai kampung Batubulan yang sudah terisolir. Saya memantau titik pengungsian," jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk.bantuan makanan sudah mencukupi, bahkan akan disuplai terus supaya tidak kekurangan.
"Untuk bahan makanan sudah terpenuhi dari Dinsos, BPBD, bahkan informasi bantuan dari provinsi sudah masuk," jelas dia.
Ia mengatakan, lokasi pengungsian nantinya akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman lagi.
"Lantaran lokasi pengungsian mereka saat ini masih tergolong berbahaya kalau semakin melebarnya guguran lava," jelas dia.
Ia mengatakan, masyarakat di Batubulan juga dibantu dengan tempat tidur berupa matras.