Lava Gunung Karangetang

Retni Hanya Bawa Alkitab Saat Dievakuasi, Ketika Gunung Karangetang Keluarkan Lava

Saya tidak sempat bawa pakaian, hanya Alkitab saja yang saya bawa saat dievakuasi

Retni Hanya Bawa Alkitab Saat Dievakuasi, Ketika Gunung Karangetang Keluarkan Lava
Istimewa
Petugas Evakuasi Warga Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO-Retni Katilahe (63) warga Batubulan harus meninggalkan rumah dan harta bendanya, lantaran harus dievakuasi untuk mengindari bahaya guguran lava gunung Karangetang yang turun melalui jalur kali Marebuhe dan sudah semakin dekat dengan pemukiman warga.

Pun pakaian tak ada yang sempat dibawa, hanya yang melekat di badan saja."Saya tidak sempat bawa pakaian, hanya Alkitab saja yang saya bawa," katanya.

Terpenting nyawanya bisa selamat, walaupun rumah dan harta bendanya ditinggalkan semua."Saat ada pemberitahuan, kami langsung ke tempat pengungsian," jelasnya.

Baca: Gunung Karangetang Lepaskan Guguran Lava, Jumlah Warga yang Dievakuasi Bertambah

Saat ini dirinya hanya berharap pada pemerintah untuk mendapatkan tempat istirahat dan makan yang cukup saja selama di pengungsian.

Untuk tidur, mereka diberikan matras dan selimut oleh pemerintah Kecamatan Sibarut dan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Baca: Gunung Karangetang Keluarkan Lava Panas, Empat Keluarga di Kampung Batu Bulan Dievakuasi

Ia pun tak tahu harus bagaimana, lantaran pakaian semua ditinggal di rumah, hanya berharap anaknya bisa membawakannya pakaian ganti. Sama juga dengan saudaranya Thelma Katilahe yang ikut mengungsi, tanpa membawa harta benda lainnya.

"Saat pemberitahuan, langsung ikut untuk dievakuasi, saya tidak bawa pakaian, hanya baju di badan saja," ujarnya.

Opa Lewi Gundami-Gansa warga Batubulan bersama istrinya juga ikut mengungsi saat mendapat pemberitahuan. "Saya sementara di kebun saat ada pemberitahuan mengungsi, langsung pergi mengungsi, tinggalkan saja semua rumah, harta benda, kebun pala, yang penting nyawa selamat," katanya.

Baca: Jufri Dengar Suara Gemuruh dari Gunung Karangetang

Namun beruntung, ia bersama istrinya membawa pakaian seadanya untuk digunakan selama pengungsian. Sempat anak dan saudaranya menjemput untuk ke lokasi lebih aman, namun ditolaknya dan memilih di tempat pengungsian.

"Biar kami mengikuti petunjuk pemerintah saja, nanti pemerintah yang atur, jangan buat susah pemerintah," jelas dia. Saat ini pemerintah Kecamatan Siau Barat Utara mengungsikan warga di kampung Kawahang. (amg)

Berita Populer: Soal Jan Ethes Dilaporkan ke Bawaslu, Jokowi: Nanti Saya Suruh Dateng Cucu Saya

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved