Gunung Karangetang Meletus

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Tebal Disertai Suara Gemuruh

Asap kelabu tebal sekitar 300 meter keluar dari kawah dua Gunung Karengetang, condong ke arah timur timur laut, disertai suara gemuruh

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Tebal Disertai Suara Gemuruh
Istimewa
Gunung Karangetang 

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Tebal Disertai Suara Gemuruh

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Gunung api Karangetang keluarkan asap kelabu tebal, Rabu (30/1).

"Asap kelabu tebal sekitar 300 meter keluar dari kawah dua, condong ke arah timur timur laut, disertai suara gemuruh lemah sampai sedang," ujar Yudia Tatipang Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang.

Sementara di kawah utama terlihat asap kawah bertekanan sedang, hingga kuat berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Sementara dari pengamatan alat seismograf tercatat aktivitas kegempaan berupa guguran terjadi 5 kali dengan amplitudo 3-6 mm, berdurasi 50-80 detik.

Baca: Kabut Tebal Ganggu Pantauan Gunung Karangetang

Baca: Jufri Dengar Suara Gemuruh dari Gunung Karangetang

Hembusan terjadi 16 kali dengan amplitudo 8-55 mm, berdurasi 25-60 detik.

Sementara vulkanik dangkal terjadi empat kali dengan amplitudo 3-5mm, berdurasi 4-5 detik. Vulkanik dalam juga terekam 6 kali, dengan amplitudo 11-26 mm, S-P 0.5-1 detik, berdurasi 10 detik.

Kepala Pos Pantau gunung Karangetang Yudia Tatipang menjelaskan, aktivitas gunung Karangetang kali ini lebih dominan terjadi di kawah dua.
Kepala Pos Pantau gunung Karangetang Yudia Tatipang menjelaskan, aktivitas gunung Karangetang kali ini lebih dominan terjadi di kawah dua. (Tribun Manado)

Tektonik jauh juga terekam sekali dengan amplitudo 15 mm, S-P 21 detik, durasi 70 detik.

Sementara microtremor terekam dengan amplitudo 0.25-1 mm (dominan 0.25 mm) juga terekam.

Gempa fase banyak terekam dua kali dengan amplitudo 6-8 mm dengan S-P 0 detik dengan durasi 20 detik.

Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Namun masyarakat tetap tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 2,5 km dari kawah 2 ( utara ) dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 3 km.

Dan tetap diimbau untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu.

"Tetap waspada terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai," jelasnya. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved