Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Douglas MacArthur: Begini Akhir Cerita Sang Komandan Tertinggi di PD II

Siapa yang tak kenal Douglas MacArthur. Ia merupakan perwira tinggi Amerika Serikat (AS) baik di masa Perang Dunia I hingga Perang Korea.

Tayang:
Editor: Lodie_Tombeg
afp
Douglas MacArthur memegang teleskop 

Dia meluncurkan serangan yang kemudian membuat Jepang terdesak. Selama masa itu, MacArthur kerap mengkritik keputusan atasan untuk fokus kepada front Eropa daripada Pasifik. Pada 1945 di akhir Perang Dunia II, Presiden Harry S Truman mengangkat MacArthur sebagai Komandan Tertinggi Sekutu saat pendudukan Jepang. Dia bertugas mengawasi penyerahan formal Jepang dan selama enam tahun berikutnya, memimpin pasukan pendudukan dan mengawasi pemulihan Jepang.

Perang Korea dan Dicopot dari Posisinya Pada 25 Juni 1950, Korea Utara (Korut) menginvasi Korea Selatan (Korsel) dan memulai Perang Korea. Situasi itu membuat PBB bersikap.

Dewan Keamanan PBB kemudian menelurkan Resolusi 82 yang memberikan otorisasi bagi pasukan PBB untuk memberi bantuan kepada Seoul. Kepala Staf Gabungan kemudian merekomendasikan MacArthur, sehingga dia menjadi Panglima Tertinggi Komando PBB (UNCOM).

Ketika memulai kampanye, Truman sempat menanyai MacArthur soal ancaman yang ditimbulkan China jika ikut terjun ke Korea.

Awalnya, MacArthur menepis dan menyebut ancaman yang dilontarkan Uni Soviet. Namun segalanya berubah pada November 1950, di mana pasukan China terlihat. Setelah beberapa minggu serangan China, MacArthur terpaksa harus mundur dari Korut. Seoul kemudian jatuh pada Januari 1951.

Saat itu, banyak negara Barat tidak memercayai penilaian MacArthur maupun menemukan kesepahaman akan pandangan secara global. Apalagi sejak Februari 1950, Soviet dan China menjalin aliansi pertahanan di mana mereka saling berkomitmen bakal membantu jika ada yang diserang.

Pakta itu menimbulkan kekhawatiran serangan AS ke China bakal menimbulkan Perang Dunia III terasa sangat nyata saat itu. MacArthur kemudian menyuarakan pendapatnya bahwa perang harus diperluas dengan mencakup China, sementara Truman menentangnya.

Puncaknya pada April 1951, Truman memutuskan untuk mencopot MacArthur dari jabatannya karena dianggap tidak menghormati otoritas presiden.

Masa Tua dan Kematian MacArthur kembali ke AS dan menetap di Washington. Publik AS menganggapnya sebagai pahlawan. Namun Truman terus melontarkan kritikan.

Setelah itu MacArthur pindah ke New York di mana dia terpilih sebagai chairman dewan Remington Rand, sebuah perusahaan pembuat mesin ketik dan komputer awal. Di tengah tugasnya itu, dia masih sempat menyusun buku memoir Reminiscences dan sempat menjadi serial di majalah Life.

Dia bertemu dengan Presiden John F Kennedy dan Lyndon B Johnson dan memberikan mereka nasihat seputar kemiliteran. MacArthur meninggal dunia pada 5 April 1964 di Washington dalam usia 84 tahun. Dia mendapat pemakaman negara dan dimakamkan di Norfolk.

Kisah Pahlawan Perancis Selamatkan 350 Anak Yahudi

Perancis kehilangan seorang pahlawan bernama Georges Loinger yang meninggal dunia pada usia 108 tahun.

Diwartakan AFP, Sabtu (29/12/2018), Loinger dikenang sebagai pria yag menyelamatkan hidup ratusan anak-anak Yahudi selama Perang Dunia II dengan menggunakan kecerdikan dan kecakapan atletiknya.

Loinger merupakan atlet berbakat dan sepupu dari seniman pantomim yang terkenal, Marcel Marceau. Pada 1940, dia bergabung dengan tentara pasukan Perancis. Dia sempat ditawan pasukan Jerman dan dikirim ke tahanan kamp perang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved