Pemkot Bitung Janji Bantu Anak Korban Lakalantas di Kairagi

Pasutri yang rencananya di makamkan pada hari ini, di Pemakaman Asabri, Girian Indah, meninggalkan kedua anak, yaitu Geraldo Bojoh dan Julia Bojoh.

Pemkot Bitung Janji Bantu Anak Korban Lakalantas di Kairagi
tribun manado / Dedy Manlesu
Lakalantas Meninggal Dunia 

TRIBUNMANADO. CO. ID, MANADO - Laka Lantas Maut Kairagi, yang menyebabkan meninggalnya, alm. Benny Bojoh bersama istri Ny. Trully Kasihue, pada Senin (21/1/2019) sore hari, menjadi perhatian serius terlebih kepada kedua anak korban.

Pasutri yang rencananya dimakamkan pada hari ini, di Pemakaman Asabri, Girian Indah, meninggalkan kedua anak, yaitu Geraldo Bojoh dan Julia Bojoh.

Baca: Aldo dan Julia Bojoh Berlinangan Air Mata, Kedua Orangtua Mereka Sudah Meninggal Lakalantas

Baca: Fakta-Fakta Lakalantas di Kairagi, Nyawa Pasutri Asal Bitung Tak Terselamatkan, Pecah Tangis di RS

Baca: Pasutri Korban Lakalantas Maut di Kairagi Ternyata Berasal dari Kota Bitung

Diketahui Geraldo Bojoh, tercatat sebagai Siswa SMK Negri 2 Bitung dan Julia Bojoh merupakan siswi SMP Katolik Donbosco Bitung.

Ketika TribunManado.co.id, pada Rabu (23/1/2019) berkunjung ke SMP Latolik Donbosco, Sekolah Julia yang juga merupakan asal Sekolahnya Geraldo, bermaksud menemuai Kepala Sekolah.

Diterima oleh Ibu Mona, yang merupakan guru di sekolah tersebut, dikarenakan Kepala Sekolah sedang mengikuti rapat diluar sekolah, mengatakan prihatin apa yang telah dialami murid mereka, Julia terkenal sebagai anak yang baik disekolah dan rajin.

Baca: Siswa Kelas 5 SD Jadi Tersangka Pembunuhan di Minut, Polisi Perlakukan Khusus Bocah 12 Tahun itu

Baca: Bocah 12 Tahun Lakukan Pembunuhan di Minut, Kepsek dan Polisi Ungkap Kelakuan Siswa Kelas 5 SD itu

Baca: Novel Kalengkongan Warga Warukapas Minut Meninggal Dunia Sehari Setelah Ditikam Bocah 12 Tahun

"Prihatin juga apa yang dialaminya, Julia itu anak yang baik disekolah dan rajin, kiranya dia dapat tabah"singkatnya.

Dihari yang sama, Sekertaris Kota Bitung, Dr Audy Pangemanan, yang ditemui di kantornya, sempat kaget ketika mengetahui ada kecelakaan tersebut dan memiliki anak-anak yang masih sekolah.

"Saya baru tahu ini, saya berterima kasih di informasikan kecelakaan ini"ujarnya sambil mencatat identitas korban dan nama anak-anak mereka.

"kami akan bantu apa yang menjadi kebutuhan mereka kedepannya, apalagi ada yang sudah kelas 3 SMK, untuk sementara saya tidak bisa berkomentar banyak, saya akan berkoordinasi dengan camat setempat untuk mengetahui apa yang bisa kami bantu"ujarnya.

Baca: Keluarga Wagub Sulut Hibahkan Tanah Untuk Pembangunan RSUD Tondano Tipe C

Baca: Resmi Bercerai, Gisella Anastasia Susah Lupakan Gading Marten

 

Sambungnya, "kalau biaya sekolah sudah gratiskan, mungkin saja yang dibutuhkan berupa buku-buku baju seragam dan sebagainya, itu yang akan saya cari tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka" ujarnya.

Pangemanan juga mengatakan untuk sang adik mungkin lebih mudah karena setingkat SMP bisa diurus langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Bitung, tapi untuk sang kakak, akan berupaya sebisa mungkin berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulut.

"Kalau adik koordinasinya lebih mudah karena langsung Dinas Pendidikan disini yang atur, kalau kaka akan kami upayahkan sebisa mungkin, sesama pemerintah dengan pemerintah juga"tutupnya.

Setelah itu Sekot langsung menuju ke Lokasi Tulude untuk meninjau persiapannya.

Penulis:
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved