Ini Pernyataan BBPOM Manado soal Sampel Mie Basah yang Racuni Ratusan Warga Langowan

sampel mi basah yang meracuni warga Langowan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih diuji di laboratorium, Jumat (4/1/2019)

Ini Pernyataan BBPOM Manado soal Sampel Mie Basah yang Racuni Ratusan Warga Langowan
Tribun Manado / Alexander Pattyranie
Kantor Badan POM Manado 

Ini Pernyataan BBPOM Manado soal Sampel yang Racuni Warga Langowan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado mengatakan, sampel mi basah yang meracuni warga Langowan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih diuji di laboratorium, Jumat (4/1/2019).

"Masih diuji secara mikrobiologi dan kimia," ujar Kepala BBPOM Dra Sandra MP Lithin Apt MKes kepada Tribun Manado.

Ia menambahkan, pengujian mikro biologi tidak bisa hanya serhari, karena kumannya harus dibiakkan dan perlu inkubasi .

Pihaknya berjanji akan menyampaikan hasil uji laboratorium secara satu pintu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.

Sulawesi Utara dihebohkan peristiwa keracunan makanan. Sebanyak 26 orang dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Noongan dan 43 orang lainnya dirawat di RS Budi Setia Langowan, Kabupaten Minahasa, Rabu (2/1/2018). Total ada 110 warga Langowan yang diduga keracunan mie (mi sesuai KBBI) basah atau bakso saat hari kedua tahun baru.

Pasien yang menderita keracunan makanan dirawat di rumah sakit
Pasien yang menderita keracunan makanan dirawat di rumah sakit (ist)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr Juliana Kaunang, berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) menyimpulkan bahwa dampak keracunan tersebut cukup parah.

"Para pasien mengeluh pusing, sakit kepala, mual-mual bahkan muntah tapi untuk saat ini masih bisa ditangani pihak rumah sakit sehingga belum ada rujukan," katanya.

Juliana melanjutkan, sampel mi dan bakso sudah diamankan penyidik Polsek Langowan untuk diperiksa di Polda Sulut dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado.

Polsek Langowan telah menyegel atau memasang police line (garis polisi) pada kios mi milik keluarga Tulangow-Tabaluyan, pabrik mi mentah di Jaga I, Desa Amongena Dua atau kompleks Pasar lama Langowan yang diduga menjadi penyebab keracunan makanan bagi 110 orang.

Halaman
1234
Penulis: Alexander Pattyranie
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved