BMKG: Waspada, Malam ini Puncak Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Sulut
Peringatan dini gelombang tinggi dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Metereologi Kelas II Maritim Bitung, Jumat (28/12).
Penulis: Chintya Rantung | Editor: Fernando_Lumowa
BMKG: Waspada, Malam ini Puncak Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Sulut
Laporan wartawan Tribun Manado, Cinthya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG - Peringatan dini gelombang tinggi dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Metereologi Kelas II Maritim Bitung, Jumat (28/12/2018).
Ricky Aror Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Metereologi Kelas II Maritim Bitungmenjelaskan beberapa hari kedepan, dari tren yang ada hari ini (28/12/2018) adalah puncak gelombang tinggi hingga malam ini.
"Dan tanggal 30 Desember 2018 cuaca akan kembali tenang, dan situasi cuaca akan kembali naik lagi hingga tanggal 3 Januari 2019.
Baca: Akhirnya, Cap Tikus Minsel Legal, Berpita Cukai dan Kemasan Menarik Mulai Dijual di Bandara Samrat
Baca: 3 Pasutri di Sulut Tewas di Hari yang Sama, Berikut Fakta-faktanya dan Penyebabnya
Selain itu ada beberapa wilayah yang harus diwaspadai," katanya.
Dijelaskannya, berdasarkan peta, secara umum di semua wilayah Sulawesi Utara, angin kencang dan gelombang tinggi terjadi hampir semua di wilayah perairan.
"Peringatan dini dibeberapa wilayah yang mengalami tinggi gelombang diatas 1,2 meter hingga 2,5 meter atau disebut gelombang rata-rata," tambahnya.
Aror menegaskan, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Sulut bukan peringatan dini tsunami tapi hanya gelombang tinggi, Karena ada warga yang mengira sudah melakukan evakuasi di tempat yang tinggi.
Baca: Cara Hapus Akun Facebook Tanpa Kehilangan Foto dan Kontak
Baca: Anneth Indonesian Idol Hipnotis Ratusan Fans, Meet and Greet Plus Nobar Seru
"Karena ini beberapa faktor iklim biasa pada akhir tahun sampai awal tahun di wilayah Sulut adalah langganan dan ditambah lagi gangguan dari tropical depresi.
Yaitu sirkulasi tekanan rendah. Dimana di Filipina ada daerah yang mengalami tekanan udara rendah.
Pusat tekanan rendah ada di Filipina. Dan posisi sekarang ada di sebelah timur Filipina memasuki wilayah Filipina, sehingga gelombang tinggi dan angin kencang masih belum apanya dibandingkan Filipina.
"Karena Sulut dekat dengan Filipina maka secara tidak langsung mengalami dampak tersebut," sebutnya.
Ia pun menghimbau agar masyarakat tidak terlalu panik tapi terus waspada.
"Dan untuk kapal-kapal kecil untuk tidak melakukan aktivitas melaut," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jangkar-sandar.jpg)