Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Detik-detik Tsunami di Banten Terekaman CCTV, Puing-puing hingga Jenazah Ikut Terbawa Arus

Dalam rekaman itu, tampak air menerjang dengan kencang dan menyapu apa yang dilaluinya. Pagar rumah yang terpasang CCTV juga tampak mudah diterjang.

Editor: Indry Panigoro
Twitter Info Banten
Ilustrasi tsunami Banten dan Lampung. Melalui rilis siaran persnya pada Minggu (22/12/2018) BMKG telah memastikan bahwa tsunami di Pantai Selat Sunda tidak disebabkan oleh gempa bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bencana tsunami di Selat Sunda menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, pada Sabtu, (22/12/2018) malam, sekitar pukul 21.27 WIB.

Hingga saat ini, Minggu (23/12/2018) malam, Tim SAR Gabungan terus berupaya mengevakuasi korban meninggal maupun selamat.

Tribunmanado.co.id mengutip TribunWow.com dari tayangan Breaking News, tvOne, rekaman dari CCTV rumah warga berhasil merekam terjangan air ke perkampungan penduduk.

Dalam rekaman itu, tampak air menerjang dengan kencang dan menyapu apa yang dilaluinya.

Pagar rumah yang terpasang CCTV juga tampak mudah diterjang gelombang yang datang.

Tak hanya puing-puing bangunan, benda-benda, ada pula jenazah korban yang ikut terbawa arus.

Selain itu, gelombang tsunami juga meluluhlantahkan acara yang tengah diadakan oleh PLN.

Kala itu, band Seventeen sedang menyanyikan sebuah lagu di panggung.

Saat memasuki lagu kedua, ombak besar tiba-tiba datang dari belakang panggung dan merobohkan panggung beserta isinya.

Baca: UPDATE Korban Tsunami Banten-Lampung: 222 Orang Meninggal Dunia, 843 Luka, dan 28 Hilang

Setelah itu terdengar suara teriakan dan beberapa orang berusaha menyelamatkan diri.

Vokalis Seventeen, Ifan yang selamat menuturkan kisahnya.

Saat ombak tsunami merobohkan panggung, Ifan mengatakan dirinya terlempar cukup jauh.

"Jadi saya kelempar cukup jauh, begitu saya nyebrang saya terapung-apung di laut sekitar hampir 2 jam," ujarnya.

Ia bercerita saat itu bandnya sedang menyanyikan lagu kedua.

"Itu lagu kedua, kita baru main lagu kedua, memang kita enggak tau apa yang terjadi tiba-tiba panggungnya terbalik, tergulung-gulung, nelen air lumpur banyak, kaki di atas kepala di bawah, besi di mana-mana, kepentok sana-kepentok sini, makanya memang banyak yang patah," tambahnya.

Baca: Tsunami Lampung - Kakek 80 Tahun Kelelahan setelah Berlari 2 Kilometer: Katanya Tsunami, Kita Panik!

Ketika terapung di tengah laut, Ifan mengatakan dirinya sempat menyerah karena tak kunjung menyentuh pinggir pantai.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved