Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Biografi Tokoh Dunia

Hideki Tojo, PM Jepang Era Perang Dunia II

Hideki Tojo merupakan jenderal sekaligus Perdana Menteri Kekaisaran Jepang pada periode 1941 hingga 1944.

Tayang:
Editor:
japantimes.co.jp
Hideki Tojo, PM Jepang Era Perang Dunia II 

Ketika masa tugasnya selesai, dia sempat berkeliling AS menggunakan kereta. Kunjungan pertama dan terakhir itu rupanya memberikan pandangan negatif.

Tojo melihat orang Amerika materialistik, lunak, dan hanya berusaha mengejar uang serta gaya hidup hedonis seperti seks dan berpesta.

Pada 1924, Tojo begitu tersinggung setelah Kongres AS mengesahkan Undang-undang Pengetatan Imigrasi berisi larangan orang Asia masuk ke sana.

Saat itu, baik anggota Kongres maupun Senat mengemukakan secara gamblang mereka sengaja melarang karena orang Asia lebih giat bekerja daripada orang kulit putih.

Dalam tulisannya, dia secara getir menumpahkan isi hatinya dengan mengatakan orang Amerika tak akan menganggap orang Asia setara.

"Jika peraturan itu menunjukkan betapa kuatnya kepentingan pribadi mereka. Jepang juga harus kuat supaya bisa bertahan hidup di dunia ini," tulis Tojo.

Karirnya kemudian menanjak dengan menjadi Kolonel, kemudian Mayor Jenderal dan menjabat sebagai Kepala Departemen Personel.

Menjadi perwira tinggi, dia merupakan salah satu sosok yang menginisiasi persekutuan dengan Jerman dan Italia, dan menyadari pentingnya Jepang menguasai kawasan Timur secepatnya.

2. Menjadi Perdana Menteri Jepang

World War II Database
World War II Database

Pada 30 Juli 1940, Tojo didapuk menjadi Menteri Perang di pemerintahan Perdana Menteri Fumimaro Konoe untuk mengamankan militer terkait kebijakan luar negerinya.

Sebagai menteri militer, dia melanjutkan ekspedisi militer melawan China. Saat Konoe akhirnya mengundurkan diri, dia menjadi perdana menteri pada 17 Oktober 1941.

Selain sebagai PM, dia juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pendidikan, serta Menteri Industri dan Perdagangan.

Dia kemudian melaksanakan rencana yang sudah disusun sejak April 1941: Menyerang pangkalan militer AS Pearl Harbor di Hawaii pada 7 Desember 1941.

Setelah itu Jepang mengalami serentetan kemenangan dan membuat Tojo serta petinggi lainnya mengalami apa yang disebut masyarakat saat itu sebagai "Penyakit Kemenangan".

Tojo menginginkan Jepang bisa menaklukkan antara lain Australia, Selandia Baru, bahkan meluas hingga Washington maupun kawasan Amerika Selatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved