Cerita Model Manado di Kasus Gubernur Aceh: Wagub Tahu Steffy Ikut Irwandi ke Luar Negeri

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang kini menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh dihadirkan sebagai saksi

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Fenny Steffy Burase, model asal Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang kini menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, Teuku Saiful Bahri, dan Hendri Yuzal, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/12).

Dalam kesaksiannya, Nova Iriansyah ‎mengaku pernah mendengar Irwandi Yusuf dan Steffy Burase sama-sama pergi ke luar negeri. Hal itu diketahuinya dari pemberitaan di media massa.

"Saya tahu dari media. Yang saya tahu, Pak Irwandi agendanya tidak cuma satu," kata Nova dalam persidangan.

Menurut Nova, ketika itu agenda Irwandi ke luar negeri untuk kepentingan mempromosikan kopi Aceh. Tapi, ia tidak mengetahui kepentingan Steffy Burase mengikuti agenda gubernur di luar negeri.

Jaksa mengonfirmasi pengetahuan Nova seputar kegiatan umroh yang dilakukan Irwandi dan Steffy. Lagi, Nova mengaku mengetahui hal itu dari media. "Saya tahu sebagian besar dari media," kata dia.

Selain Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, jaksa kPK juga memanggil ‎Staf khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Johnnico Apriano sebagai saksi persidangan.

Johnnico dalam kesaksiannya mengakui dirinya merupakan satu-satunya staf Gubernur Aceh yang tidak suka dengan Steffy Burase, model asal Manado. Bahkan, Johnnico mengaku sebagai staf khusus jarang bicara banyak dengan Steffy yang diketahuinya merupakan teman dekat dari Irwandi Yusuf.

"Saya tidak bicara banyak dengan beliau (Steffy Burase), jarang komunikasi karena tidak cocok," ungkap Johnnico.

Johnnico mengaku tidak menyukai Steffy lantaran mantan model yang dekat dengan Gubernur Aceh itu terlalu banyak mengatur urusan pemprov.

Steffy Burase saat bersama Irwandi Yusuf
Steffy Burase saat bersama Irwandi Yusuf (ISTIMEWA)

"Feeling kurang bagus karena dia terlalu banyak ngatur, banyak ngatur pemerintahan. Diaa minta bantuan saya kumpulin kepala dinas untuk Aceh Marathon. Saya bilang ke Pak Irwandi soal saya tidak suka‎, tapi kata Pak Irwandi biarkan saja karena urusan kerjaan," tambahnya.

Jaksa KPK mendakwa Irwandi Yusuf menerima suap Rp 1,050 miliar melalui staf khususnya Hendri Yusal dan kontraktor Teuku Saiful Bahri dari Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi. Sebagian dari duit itu, yakni sebesar Rp 150 juta dan Rp 330 juta diberikan ke Steffy.

Ahmadi memberikan uang secara bertahap agar kontraktor rekanan Ahmadi dari Bener Meriah bisa mendapatkan proyek pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh TA 2018.

Selain gratifikasi dari Bupati Bener Meriah, Irwandi juga didakwa menerima gratifikasi dengan total Rp 8,7 miliar dari rekanan proyek maupun tim sukses yang akan mengikuti paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Aceh.

Selain itu, Irwandi Yusuf yang menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012 juga didakwa turut serta melakukan dengan orang kepercayaannya, Izil Azhar menerima gratifikasi Rp 32,4 miliar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved