Kisah Salman Simbala, Pria Pemburu Buaya yang Kini Pilih Jadi Petani
Setelah pensiun, pria berjanggut panjang menjalankan aktivitas dan pekerjaan baru menjadi seorang petani.
Penulis: | Editor: Indry Panigoro
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Setelah puas melampiaskan napsunya untuk membunuh buaya, Salman Simbala (65) warga Desa Dumagin B, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akhirnya pensiun dari aktivitas memburu predator tersebut.
Seperti yang diketahui, Salman adalah warga desa setempat yang terkenal “jago” menangkap dan memerangkap penunggu muara sungai yang bisa menerkam siapa saja yang berada dekat dengannya.
Baca: KPU Bolmong Validasi Surat Suara Pileg 2019
Aktivitas memburu buaya sejak tahun 2009 silam yang dilakukan karena merasa trauma anaknya dimangsa buaya saat ini telah dihentikan oleh “Hercules” nya warga Dumagin B.
Setelah pensiun, pria berjanggut panjang menjalankan aktivitas dan pekerjaan baru menjadi seorang petani.
Menggarap lahan dan menghabiskan masa tuannya bersama keluarga dengan bercocok tanam.
Baca: Bupati Bolsel Wajibkan OPD Masukan RUP
“Sudah terlalu tua untuk melakukan itu, keluarga juga meminta saya untuk berhenti melakukan aktifitas ini,” kata pria berjanggut panjang yang pernah menumbak 50 ekor buaya serta berhasil menangkap 12 ekor buaya dengan modal tali dan tombak.
Saat ditemui, pria setengah abad ini terlihat sama seperti yang ditemui pada saat berburu buaya pada tahun 2017 silam.
Saat ini tidak terlihat lagi peralatan untuk menangkap buaya yang terbuat dari batang bambu serta rangkaian besi. Entah dimana keberadaan peralatan si Hercules.
“Sekarang saya lebih nyaman bertani,” jelasnya.
Baca: Bersama Kepala TNBNWB Warga Bolsel Selamatkan Burung Maleo
Simbala tidak lagi bisa memenuhi panggilan masyarakat untuk menangkap buaya liar yang memangsa ternak.
“Karena selain saya tidak ada lagi yang berani melakukan hal ini,” jelasnya.
Pengalaman dan keberhasilannya menangkap buaya ketika dirinya masih muda kembali menyadarkan dirinya bahwa diusia seperti ini tidak lagi mampu melakukan hal yang serupa.
“Dulu memang rasanya sudah seperti aktivitas harian, tapi sekarang tidak lagi,” jelasnya.
Sementara itu Istrinya Subaeda Siolimbone, mengatakan, keluargannya telah melarang suaminya untuk melakukan perburuan buaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/salman-simbala-dan-buaya.jpg)