Kordinator Demo Kopra Ingatkan Pemerintah, Tahun Depan Cengkih Panen Raya, Antisipasi Harga Anjlok
Kordinator Demo Kopra Ingatkan Pemerintah, Tahun Depan Cengkih Panen Raya, Antisipasi Harga Anjlok.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kordinator Demo Kopra Ingatkan Pemerintah, Tahun Depan Cengkih Panen Raya, Antisipasi Harga Anjlok.
Pemerintah jangan jadi seperti pemadam kebakaran. Setelah kebakaran baru muncul padamkan api.
Demikian diibaratkan Setly Kosong, Koordinator Demonstrasi Petani Kopra kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (7/12/2018).
Setly mengatakan, itu terbukti ketika pemerintah baru sibuk urusi masalah kopra setelah rentetan demo-demo, padahal harga kopra mulai anjlok sejak awal 2018.
Baca: Dinkes Sitaro Akan Beli Alat Tes HIV/AIDS Tahun Depan
Baca: Reses di Kantor Sinode GMIST, Meiva Salondeho Lintang Serap Aspirsasi Pendeta'
Baca: DP3A Ikut Workshop Percepatan KLA di Denpasar
Ia mengatakan, kondisi saat ini akibat penurunan harga komoditas bisa dilihat kasat mata.
Jelang Natal, coba tengok ke Mall, biasanaya ramai, sekarang ini sepi, pasar tradisional bisa dicek kondisinya. Itu karena daya beli masyarakat menurun
Belajar dari harga kopra yang anjlok sejak awal tahun 2018, pemerintah sudah belajar karena tahun 2019 ini petani akan panen raya cengkeh
"Jangan sampai harga jatuh, ini diantisipasi," ujar dia.
Langkah antisipasi perlu supaya jangan ada gejolak membuat resah, saat ini ha ha cengkeh ada di kisaran Rp 80.000, jangan sampai panen raya malah lebih drop lagi, ini harus dipikirkan.
Ketemu Pengusaha
Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengadakan pertemuan lanjutan dengan pihak pabrikan produk kelapa di Jakarta, Kamis (6/12/2018).
Pertemuan membahas kebijakan menaikan harga beli kopra petani ini lebih dulu digelar, Selasa (4/12/2018) di Kantor Gubernur Sulut
Pertemuan lanjutan diadalan di Gedung Menara Revindo Kebon Sirih Jakarta.
Wagub bertemu dengan perwakilan PT Cargill yang diwakili Arif salah seorang Direktur dan Imelda selaku Plant Manager.
Kemudian Iwan, Pimpinan Perusahaan PT Multi Nabati Bitung.
Baca: Wonderkid Ajax Amsterdam Pilih Gabung PSG daripada Manchester City
Baca: Pemprov Sulut Cari solusi Harga Kopra Anjlok, Kadis Perkebunan: Bentuk Koperasi yang Dikorporasikan
PT Agro Makmur diwakili oleh Rapolo Hutabarat.
Dalam pertemuan Wagub menyampaikan Pemprov Sulut memahami situasi dan kondisi fluktuasi harga kopra saat ini yang menurun sebagai akibat dari konsumsi dan permintaan pasar dunia yang menurun, tapi ia meminta agar perusahaan-perusahaan yang merupakan pembeli utama komoditi kopra tersebut tergerak hatinya untuk melihat kondisi rakyat Sulut yang sebagian besar adalah petani Kopra,
"Mengurangi sedikit keuntungan perusahan dan menaikkan harga kopra yang dibeli dari masyarakat, terlebih ketika saat ini sebagian besar para petani sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi perayaan Natal," kata dia
Melalui pembahasan yang alot, ketiga perusahaan tersebut merespons positif keinginan Pemprov Sulut dengan danminta agar ada surat iimbauan ke pihak perusahaan sebagai pijakan mengambil keputusan.
Arif dari PT Cargill menyatakan, pihaknya sementara bermitra dengan sekitar 88 orang petani kopra yang tesertifikasi.
Baca: Hingga Akhir Tahun 2018, 10 ASN Selesaikan Studi Lanjutan
Baca: Suaminya Punya 4 Istri dan Hidup Rukun, Istri Pertama: Lebih Baik Main Bersih
Perusahaan membeli kopra dengan harga yang jauh lebih tinggi/premium,
''Kami mengharapkan pemprov memfasilitasi agar para petani yang bersertifikat lebih banyak lagi sehingga produk kopra terstandarisasi dan bisa dibeli dengan harga tinggi," ujar dia
Dalam kesempatan itu perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk turut serta menanggulangi penduduk miskin di Sulut melalui dana Corporate Social Responsibility yang nantinya diarahkan untuk penyediaan sarana perumahan atau rumah layak huni.
Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Asisten II Ruddy Mokoginta, Karo Pemerintahan dan Humas Jemmy Kumendong, Karo Ekonomi Frangky Manumpil dan Kabid Perdagangan Dinas Perindag Hanny Wayong.