Pemprov Sulut Cari solusi Harga Kopra Anjlok, Kadis Perkebunan: Bentuk Koperasi yang Dikorporasikan
Pemprov Sulut Cari solusi Harga Kopra Anjlok, Kadis Perkebunan: Bentuk Koperasi yang Dikorporasikan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemprov Sulut Cari solusi Harga Kopra Anjlok, Kadis Perkebunan: Bentuk Koperasi yang Dikorporasikan.
Pemprov Sulut terus mencari jalan keluar harga kopra anjlok.
Refly Ngantung, Kepala Dinas Perkebunan Sulut mengatakan, petani kelapa harus punya bargaining power , Ia menawarkan konsep koperasi yang dikorporasikan sebagai solusi.
Baca: Kemenag Bolmong Buka Pendaftaran Calon Peserta PPG Agama Kristen
Baca: Police & Jasa Raharja Go to Campus: Seluruh Mahasiswa Harus Pakai Helm saat Berkendara!
Baca: Hingga Akhir Tahun 2018, 10 ASN Selesaikan Studi Lanjutan
Konsep ini sesuai juga dengan usulan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).
"Keunggulan Sulut itu kelapa, untuk menggalang kekuatan di tingkat petani, maka akan dibentuk koperasi yang dikorporasikan," ujar Refly kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (7/12/2018).
Koperasi ini yang mengatur ritme pasar, produk kelapa melalui koperasi ini, termasuk kebutuhan industri belinya ke koperasi.
Selain itu, produk kelapa harus juga ada di level yang lebih tinggi, jangan hanya kopra saja
"Jadi petani musyawarah bagaimana menghasilkan produk berkualitas, pabrik lirik ke situ, harga ditentukan koperasi bukan pihak lain," ujar dia.
Dinas perkebunan mulai menginisiasi, bisa dimulai dari Lembaga Ekonomi Masyarakat di desa-desa
"Sudah ada lembaga kita bentuk, akan lebih meluas lagi sesuai komoditi yang spesifik," ujarnya.