Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mendengkur Pada Wanita Ternyata Lebih Berbahaya dari Pria

Kebiasaan mendengkur bisa mengganggu pola tidur dan mengambil istirahat yang dibutuhkan.

Editor: Siti Nurjanah
mnn.com
Ilustrasi Tidur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut National Sleep Foundations, setidaknya 37 juta orang dewasa mendengkur secara teratur.

Tetapi semuanya tidaklah sama, ada yang mendengkur mendadak karena posisi tidur yang buruk, adalah gangguan.

Kebiasaan mendengkur bisa mengganggu pola tidur dan mengambil istirahat yang dibutuhkan.

Baca: KPU Bolmong Gelar Bimtek Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye

Baca: Kasus HIV/AIDS Tinggi, Wilayah Kepulauan Tak Ada Fasilitas Pemeriksaan

Sleep apnea meningkatkan risiko serangan jantung atau kematian hingga 30% selama periode empat hingga lima tahun, seperti dilansir dari Health.com.

Ketika saluran atas ambruk dan oksigen terputus dari paru-paru, tubuh memicu respon yang menurunkan aliran darah ke jantung. Kedua tindakan ini meningkatkan tekanan darah dan seiring waktu, rusaknya jantung.

Menurut penelitian baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Masyarakat Radiologi Amerika Utara, risiko ini mungkin lebih besar pada wanita.

Dalam penelitian tersebut, dinding jantung membesar pada orang yang mendengkur atau mengalami apnea tidur.

Dibandingkan dengan orang yang tidak mendengkur, wanita yang mendengkur memiliki perubahan lebih besar di jantung mereka daripada pria.

Karen Shaver, perawat di Valencia, Pennsylvania, mengalami apnea gangguan tidur pertama di jantungnya.

“Sebelum saya didiagnosis menderita sleep apnea, saya sering mengalami nyeri dada, biasanya pada sore hari ketika saya tidur siang,” kata Shaver.

“Yang benar-benar membuat saya takut, kedua lengan itu mati rasa hingga ke rahang. Sebagai perawat, saya tahu ini bukan pertanda baik, maka saya menelepon 911.”

Pada saat itu menunjukkan bahwa Shaver tidak mendapatkan cukup oksigen saat ia tidur, dan ia membutuhkan positive airway pressure (CPAP) mesin terus-menerus untuk menjaga udara mengalir ke paru-parunya.

Sejak ia mendapatkan perawatan, rasa nyeri di dadanya pun hilang.

Baca: Grand Opening Lotte Grosir Manado, Masyarakat Disambut Tarian Kabasaran

Setiap menit Anda berhenti bernapas selama 30 detik, itu seperti seseorang masuk dan mencekik Anda. Itu membuat Anda terbangun karena rendahnya kadar oksigen.

Sleep apnea juga meningkatkan risiko Anda untuk masalah yang lebih mendesak, yaitu: menyebabkan kurang tidur, kantuk di siang hari yang berlebihan, kehilangan ingatan dan masalah konsentrasi, serta depresi.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved