Perusahaan Raksasa China Lirik Investasi di Bidang Industri Daur Ulang Sampah di Sulut
Perusahaan asal China, Anhui Dongjin Renewable Resource Technology menjajal peluang investasi di Bumi Nyiur Melambai
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Perusahaan Raksasa China Lirik Investasi di Bidang Industri Daur Ulang Sampah di Sulut
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Provinsi Sulut jadi primadona baru investasi asing
Perusahaan asal China, Anhui Dongjin Renewable Resource Technology menjajal peluang investasi di Bumi Nyiur Melambai.
Petinggi perusahaan tersebut menemui Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw di Kantor Gubernur, Rabu (5/12/2018).
Para calon investor itu memapar rencana membangun kawasan industri daur ulang dengan nilai investasi mencapai belasan miliar Yuan.
Chairman Anhui Dongjin Renewable Resource Technology, Wendong Shi mengaku tertarik investasi di Sulut
"Kami siap masuk mencari lokasi dan urus perizinan," ujar dia lewat penerjemah
Ia punya kesan Sulut aman dan begitu terbuka terhadap investasi asing
Baca: Wali Kota Maximiliaan Lomban Buka FGD Penyusunan Perda Pengurangan Sampah Plastik
Baca: Sekda Manado : Ada yang Buang Sampah Sembarang dari Kendaraan, Foto dan Lapor ke Kami
Dari paparan dokumen yang disampaikan ke Pemprov Sulut. Rencana investasi itu kemudian dibagi dalam 4 proyek.
Pertama, menyediakan fasilitas daur ulang, proyek ini akan menelan biaya 12 miliar. Fasilitas ini bisa mendaur ulang sampah plastik sebanyak 8 juta ton per tahun
Kedua, proyek investasi daur ulang bahan poliester dengan investasi 3,5 miliar Yuan.
Ketiga, proyek pembangkit listrik dari pengelolaan sampah bisa menghasilkan 2x50 megawatt dengan nilai investasi 1,5 miliar Yuan
Keempat, proyek pembangunan pabrik pengolahan air dengan investasi 500 juta Yuan
Wagub Sulut didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Henry Kaitjily menyampaikan, investasi ini bisa berlanjut.
"Sesuai keinginan Pak Gubernur harus menyambut baik investasi di Sulut," kata dia.
Soal perizinan, Sulut memberikan kemudahan dengan birokrasi yang tak berbelit. (ryo)