RS Kandou Janji Beri Penjelasan soal Kisah Teguh Sondakh
Pihak RSUP Prof dr RD Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, berjanji memberi penjelasan lengkap soal penanganan medis terhadap Teguh Sondakh.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
Pihak keluarga Teguh Sondakh tak sekadar pasrah dengan kejadian yang menimpanya.
1. Awal mula hingga kakinya diamputasi
Tgl 5 Februari alami kecelakaan tunggal di Jalan Wolter Mongisidi, Kecamatan Malalayang dan mengalami luka sebesar 5 cm. Selanjutnya pergi ke RS Kandou dan dirawat di IGD oleh dr Haris bersama 7 orang koas dan diberi jaminan bahwa luka itu tidak apa-apa karena kecil.
Sewaktu dalam perawatan ibu korban a/n Olvin Pesik mendengar dari dalam kamar perawatan yang ditutup tirai dr Haris berkata "Apa yang kamu taruh, itu salah".
Usai perawatan selama kurang lebih 30 menit pasien sudah disuruh pulang tapi Olvin punya firasat lain karena kaki pasien sudah bengkak.
2. Pulang dengan hati kecewa
Tgl 6 Februari pukul 12.30 wita pasien pulang dengan hati kecewa.
Pada malam harinya pasien merasa demam dan kaki terus bengkak serta mengeluarkan darah busuk.
3. Kaki tak kunjung sembuh
Tgl 7 Februari pukul 05.00 Wita pasien kembali dibawa ke RS Kandou.
Saat dibawa dokter yang menangani pasien menyatakan pertolongan pertama yang dilakukan pada 5 Februari lalu salah penanganan
4. Pengangkatan daging yang membusuk
Tgl 8 Februari Teguh menjalani operasi pengangkatan daging busuk di betis sebelah kirinya.
Selanjutnya kepada Ibu Olvin (orangtua pasien) disampaikan oleh tim medis kalau kaki Teguh masih berwarna coklat dan mengeluarkan darah busuk dalam beberapa hari ke depan maka akan dilakukan penanganan lebih lanjut.
5. Pihak rumah sakit menyatakan kakinya harus dipotong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rsup-prof-kandou-manado_20170829_160925.jpg)