Kisah Roma dan Claudia, Pengamen yang Membawakan Lagu Rohani Kristen dan Muslim
Claudia Kaunang (24) tak canggung membawakan lagu-lagu Kristen, saat mengamen dengan suaminya, Roma Prakarsa (30)
Penulis: Finneke | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - “Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan, apa yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat.”
Demikian sepenggal lirik lagu rohani Kristen yang dilantunkan perempuan berkerudung, di sebuah pusat keramaian di Kota Manado.
Claudia Kaunang (24) tak canggung membawakan lagu-lagu Kristen, saat mengamen dengan suaminya, Roma Prakarsa (30).
Keduanya sempat viral di media sosial, ketika ada salah seorang warga agama non-Kristen yang protes dengan aksi keduanya. Akun di Facebook tersebut mempertanyakan kenapa ada warga umat non-Kristen yang bernyanyi lagu agama lain.
Pro dan kontra warganet menghiasi postingan tersebut. Banyak yang menyela, tapi tak sedikit yang malah memberi dukungan kepada pasangan suami istri asal Wonasa Kombos, Kota Manado ini.
Warganet mengatakan itu tak masalah, karena merupakan bagian dari kehidupan toleransi di Manado. Roma melalui akun Facebooknya pun memberikan pernyataan soal itu, bahwa ia hidup di tanah toleran, Bumi Nyiur Melambai, sebutan untuk Sulawesi Utara. Setelah kejadian itu keduanya tetap menjalankan kesehariannya sebagai pengamen.
Baca: Demi Satinah, Charly Setia Band Mengamen di Bandara
Baca: Ni Kadek Sukariani Senang Toleransi Antar-Umat Beragama di Kotamobagu Sangat Kuat
Roma mengakui saat ia ngamen dengan sang istri membawakan lagu Kristen memang menimbulkan pro dan kontra. Ada warga yang menerima ada yang tidak. Ia mengaku sempat mendapat hujatan dari beberapa orang yang tahu bahwa ia menyanyikan lagu agama lain saat mencari nafkah bagi keluarganya.
Roma memakluminya, namun ia punya alasan dan pemahaman soal itu. Bagi dia dan istrinya, bukan berarti keduanya menyanyikan lagu Kristen, lantas iman Muslim mereka terganggu. Malah Roma sebagai seorang seniman jalanan ini berpendapat selama lagu yang ia bawakan memberi dampak positif bagi mereka pribadi, maupun orang lain.
Pernah suatu waktu, Roma dan Claudia bertemu dengan pendeta dan haji yang berada di tempat yang sama. Roma tak mau melewatkan kesempatan ini. Ia langsung menghampiri pendeta dan haji yang saat itu duduk di meja yang sama. Roma menganjurkan bagamana jika ada acara-acara keagamaan, melibatkan penganut agama lainnya untuk menyukseskan acara.
Misalnya Natal, panitianya juga ada dari Muslim, Budha, Hindu, Konghucu. Ataupun Idul Fitri atau acara keagamaan lainnya. Menurut Roma, itu bentuk toleransi yang indah. Saling membantu, saling menerima.
“Semoga usul saya waktu itu diterima,” ujarnya saat berbincang dengan tribunmanado.co.id, di sebuah klenteng yang berlokasi di Kawasan Megamas Manado, belum lama ini.
Roma dan Claudia menyiapkan berbagai lagu untuk ngamen. Tak hanya lagu Kristen, mereka juga menyanyikan lagu Muslim di waktu-waktu tertentu. Mereka menyesuaikan dengan lokasi di mana mereka ngamen. Selain lagu rohani, ada juga lagu sekuler. Tak sulit bagi Roma dan Claudia untuk belajar lagu rohani Kristen. Mereka biasanya belajar dari youtube. Namun sebenarnya Claudia yang sebelumnya Kristen memang sudah tahu banyak lagu. Sebaliknya, ia juga belajar lagu-lagu Muslim.
Roma dan Claudia yang adalah pasangan Muslim yang hidup berbaur di tengah keluarga Kristen. Dari latar belakang Claudia, dia adalah seorang Kristen kemudian menjadi mualaf ketika menikah dengan Roma.
Dari keluarga besar Roma pun, banyak yang Kristen. Perbedaan di tengah keluarga adalah anugerah bagi Roma dan Claudia. Mereka pun mengaku bisa mempertahakan keharmonisan dalam keluarga.
Perbedaan keyakinan tak jadi masalah saat mereka berbaur dengan keluarga. Begitu pula saat bergaul dengan masyarakat sekitar yang mayoritas Kristen. Saat Hari Raya Idul Fitri, pasangan suami istri ini malah sibuk mempersiapkan hidangan bagi kenalan, keluarga Kristen. Bahkan pernah Pendeta yang menjadi tamu pertama yang datang di rumah mereka.
Baca: Mopuya Jadi Desa Sadar Kerukunan, 3 Rumah Ibadah Berdampingan
Baca: Majelis Rakyat Papua Datang di Sulut Pelajari Kerukunan Beragama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-roma-dan-claudia.jpg)