Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Peringatan Penemuan Makam Raja Mesir Tutankhamun

Inilah gaya makam bagi para Fir'aun Kerajaan Lama Mesir. Setelah era Mesir Baru, makam raja dipindahkan pada lokasi yang dinamakan Lembah Para Raja.

Editor:
kompas.com
Penemuan Tutankhamun 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua orang arkeolog bernama Howard Carter dan Lord Carnarvon  menjadi orang pertama yang berhasil memasuki makam RajaTutankhamun yang terkubur lebih dari 3.000 tahun.

Bertepatan pada hari ini 96 tahun yang lalu, tepatnya 26 November 1922, dua orang arkeolog kenamaan Inggris berhasil menemukan makam Fir'aun Mesir.

Makam raja di Mesir, yang mendapat julukan Fir'aun, ditempatkan di sebuah tempat bernama Piramida.

Baca: Lexi Mantiri Buka Kejuaraan Sepak Bola Mini Merayakan HUT ke-185 Desa Kombi

Inilah gaya makam bagi para Fir'aun Kerajaan Lama Mesir. Setelah era Mesir Baru, makam raja dipindahkan pada lokasi yang dinamakan Lembah Para Raja.

Penemuan makam Raja Tutankhamun

Makam Raja Tutankhamun terletak di Lembah Para Raja (Valley of the King) dan merupakan era dari Kerajaan Baru Mesir.

Penemuan penting ini menjadi sumber pengetahuan baru dalam sejarah raja-raja Mesir.

Baca: VIDEO - Gempi Langsung Tak Bersemangat Saat Rafathar Tanyakan Sosok Ini Padanya

Melansir dari History.com, Howard Carter dan Lord Carnarvon bisa membuka makam Tutankhamun yang sebelumnya telah tersegel. Di makam itu ditemukan beberapa koleksi raja dan peti emas yang berisi mumi Tutankhamun.

Sudah menjadi budaya pemakaman raja di Mesir, menyimpan harta kekayaan dan barang pribadinya berdampingan dengan jasad seorang raja.

Pertama ke Mesir

Pada 1891, Carter pertama kali datang ke Mesir dan menemukan beberapa makam. Kebanyakan dari makam itu sudah merupakan sisa-sisa penggalian dan dicuri oleh perampok.

Baca: Istana Windsor, Tempat Kediaman Pangeran Harry dan Meghan Markle Setelah Memiliki Anak

Penemuan yang diambil dari dalam makam Fir'aun, jika dijual akan mendapatkan harga yang mahal.

Mesir dikenal dengan banyaknya penemuan tentang peradaban manusia. Kematian seorang raja yang disakralkan dan menyimpan banyak harta karun menjadi sasaran empuk bagi seseorang untuk berlomba-lomba melakukan penggalian ketika itu.

Awalnya, Lord Carnarvon ingin membatalkan pencarian makam Tutankhamunyang dinyatakan hilang. Menurut dia, makam itu sudah tak bisa ditemukan mengingat maraknya penggalian makam dan pencurian.

Baca: Rencana AC Milan Rampok Chelsea, 3 Pemain Jadi Incaran

Namun, Carter berhasil meyakinkan dirinya untuk melakukan pencarian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved