Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berikut 10 Fakta jelang Digelarnya Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang

Berikut 10 Fakta jelang Digelarnya Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang.

Editor: Siti Nurjanah
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi sambutan dalam acara Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI 

Dilansir dari Tribunnews.com, Koordinator Alumni 212 kawal Ma'ruf Amin, Razman Arief Nasution berencana memperjuangkan kepulangan pimpinan FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

"Jadi agenda ini termasuk di dalamnya adalah kita akan memperjuangkan dalam hal ini Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dengan aman nyaman dan damai, tentu koridor hukum," kata Razman Arief, saat konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Hal itu ia lakukan lantaran mencegah adanya penggiringan opini bahwa reuni akbar 212 bermuatan politik dan menguntungkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

"Sepertinya umat tergiring pada satu opini seolah-olah ada kalangan ulama habaib atau kiai yang menamakan dirinya sebagai PA 212 bahkan ada ketumnya, yang sepertinya memutuskan dukungan kepada pasangan Pak Prabowo-Sandiaga Uno," kata Razman.

Baca: Soal Kabar Perceraiannya, Gisella Anastasia Minta Agar Tak Ada yang Sebarkan Berita Tak Benar

8. Polri Minta Acara Reuni Alumni 212 Tak Mengerahkan Massa yang Besar

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengimbau, mengenai rencana pelaksanaan reuni alumni 212 untuk membicarakan terlebih dahulu kepada aparat keamanan.

“Kami mengimbau semua panitia pelaksana (reuni alumni 212) untuk duduk bareng dulu membicarakan bagaimana aksi unjuk rasa. Bukan hanya rencana 212, semua rencana semuanya dilihat dulu ada untung ruginya,” tutur Iqbal di Markas Korps Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Rabu (14/ 11/2018).

Iqbal menuturkan, semua elemen masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan dijamin oleh konstitusi.

Namun, ia meminta kegiatan itu tak dilakukan dengan massa besar lantaran berpotensi mengganggu keamanan.

“Tidak harus dalam jumlah banyak, karena akan cenderung setidaknya ada gangguan keamanan. Ada gangguan kemacetan dan lain-lain,” kata Iqbal.

Baca: Soal Kabar Perceraiannya, Gisella Anastasia Minta Agar Tak Ada yang Sebarkan Berita Tak Benar

9. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI akan Rapat Bahas Perizinan Reuni 212 di Monas

PLT Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan soal perizinan penyelenggaraan reuni akbar 212 yang di gelar di Monas, (2/12/2018) mendatang.

Menurut keterangan Asiantoro, pihaknya akan merapatkan soal izin reuni 212 dalam waktu dekat.

Asiantoro berharap, apabila rapat telah disetujui agar para peserta bisa menjaga fasilitas sarana dan prasarana di sekitar Monas.

"Ya kita menghimbau aja (jangan dirusak). Ya besok lah, kita rapatkan dulu baru kita kasi tahu hasilnya," tuturnya.

Selain itu, Asiantoro mengatakan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) telah mengirimkan surat permohonan izin kepadanya.

Baca: Bandingkan Irwan Mussry dengan David Beckham, Maia Estianty Akui Suaminya yang Paling Top Markotop

10. Ma'ruf Amin Larang Reuni Akbar 212 Jika Bermuatan Politik

Dilansir dari Tribunnews.com, calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengatakan jika reuni akbar 212 bermuatan politik maka acara tersebut tidak perlu dilakukan.

"Kalau hanya untuk kekeluargaan dan silaturahmi (tidak apa-apa), tetapi kalau ada agenda politik ya tidak perlu," ujar Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018).

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved