Berikut 10 Fakta jelang Digelarnya Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang

Berikut 10 Fakta jelang Digelarnya Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang.

Berikut 10 Fakta jelang Digelarnya Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi sambutan dalam acara Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI 

2. Novel Bamukmin Harap Polisi Tidak Persulit Izin

Juru Bicara acara Reuni Akbar Alumni 212, Novel Bamukmin mengatakan setelah mendapat izin tempat dari Gubernur, pihaknya tinggal menunggu reaksi positif dari pihak kepolisian untuk memberi izin aksi reuni 212.

Novel meminta pihak kepolisian untuk tidak mempersulit penyelenggaraan acara.

Menurut Novel, jika dipersulit maka malah menimbulkan perhatian luas.

"Kami meminta kepada polisi untuk tidak mempersulit karena kalau mempersulit, justru menjadi daya tarik buat kita. Bisa-bisa terjadi seperti di 2016 lalu."

"Mereka akan jalan kaki, itu akan menarik perhatian. Kalau sudah menarik perhatian akan lebih banyak, akan lebih merepotkan kepolisian," ujar Novel di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Novel menambahkan soal izin dari kepolisian, ia hanya akan melakukan pemberitahuan secara berkala seperti aksi 212 tahun 2016 lalu.

"Saya waktu menjabat sekretaris FPI DKI, kita prosedurnya, pemberitahuan demi pemberitahuan. Tidak ada izin, karena kalau izin sulit untuk didapatkan orang banyak seperti itu, tapi ini pemberitahuan," ujar Novel.

3. Pengamat Sebut Aksi Reuni Alumni 212 Bermuatan Politik

Cendikiawan Muslim Luthfi Assyaukanie menilai, Aksi Reuni Akbar Alumni 212 adalah upaya penggalangan massa untuk mengkritik pemerintah dan mengumpulkannya ke pihak oposisi.

Halaman
1234
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved