BIN Sebut 50 Penceramah di Masjid Sebarkan Hate Speech: PKS Sebut BIN hanya Membuat Gaduh
Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan ada 50 penceramah di masjid lingkungan pemerintah yang menyebarkan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Buat Gaduh
Sementara itu Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik keras Badan Intelijen Negara(BIN) yang menyebutkan ada 41 masjid terpapar paham radikalisme karena ada 50 orang penceramah yang menyebarkan konten ujaran kebencian. Mardani mengatakan apa yang dilakukan BIN tersebut hanya membuat gaduh.
"BIN ini punya tugas tidak membuat gaduh, rilis-rilis ini bisa membuat gaduh. Cara paling baik sebutkan mana masjidnya, nanti orang bisa menilai benar tidak masjid ini (terpapar radikal)," kata Mardani.
Ketimbang mengeluarkan pernyataan-pernyataan seperti melempar bola panas lanjut Mardani lebih baik BIN langsung sebut saja masjid-masjid mana, dan siapa-siapa penceramah yang menyebarkan konten radikalisme.
"Jangan sampai justru masyarakat jadi saling curiga dan BIN justru enggak boleh banyak ungkap ke publik. Kalau sudah ketahuan 41 (masjid), tugas BIN memastikan masjid itu berubah, tidak radikal. Bukan malah mengungkap ke publik, BIN itu salah kalau di situ," ucapnya.
Lebih lanjut, Mardani juga meminta BIN memperjelas apa ciri-ciri sebuah masjid yang disebut terpapar radikalisme. Termasuk, apakah penceramah di masjid terlibat dalam penyebaran paham radikalisme di masjid.
"Tentu dijelaskan yang mana penceramahnya dan dalam kontes apa, kadang-kadang orang dalam ceramah saking semangatnya kan. Jadi, dipanggil saja, bapak menyatakan A, B, C, apa dasarnya, terbuka saja," kata dia.
Tak hanya itu, penggagas gerakan #2019GantiPresiden ini juga meminta pemerintah dan stakeholder terkait untuk duduk bersama mendefinisikan radikalisme.
"Menurut saya kita semua harus duduk bareng mendefinisikan apa makna radikal, sehingga kita bisa sama-sama sepakat. Jangan sampai masing masing punya kategori sendiri," tutup Mardani. (Tribun Network/sen/fik/wly)