Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Jawaban PM Pakistan Terhadap Kritik Trump Mengenai Terorisme

Dalam serangkaian kicauannya di Twitter, Khan menyatakan dia berusaha mendudukkan fakta sebenarnya kepada presiden 72 tahun itu.

Editor:
kompas.com
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan dia berusaha mendudukkan fakta sebenarnya kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Imran Khan menanggapi kicauan Trump bahwa negaranya tak melakukan apapun untuk menangkal terorisme.

Dilansir Al Jazeera Senin (19/11/2018), Khan membuka twit dengan berujar tidak ada orang Pakistan yang terlibat dalam peristiwa 11 September 2001, atau 9/11.

Baca: Seorang Anggota TNI Gantung Diri, Kasdam IV/Diponegoro: Ada Perempuan yang Minta Tanggungjawabnya

Meski begitu, mereka berpartisipasi dalam Perang Melawan Teror (WoT) yang dipimpin AS. Selama kampanye anti-teror, Pakistan kehilangan 75.000 orang.

Sementara kerugian ekonomi mencapai 123 miliar dollar AS, atau Rp 1.794 triliun. "Adapun 'bantuan' AS hanya 20 miliar dollar AS, atau Rp 291,8 triliun," ujar Khan.

PM yang menjabat sejak 18 Agustus itu melanjutkan, perang itu membuat jutaan warga mengungsi dan menghancurkan banyak kawasan.

Meski begitu, Islamabad tetap menyediakan jalur gratis komunikasi darat dan udara. "Bisakah Tuan Trump menyebut sekutu AS lain yang sudah berkorban banyak seperti kami?" sindirnya.

Baca: Manny Pacquiao Yakin Laga Ulang Vs Mayweather Jr Sangat Diinginkan Fans

Mantan bintang kriket itu melanjutkan, seharusnya AS fokus kepada aktivitas mereka di Afghanistan dalam melawan Taliban.

Sebabnya, dengan 140.000 pasukan NATO ditambah 250.000 tentara Afghanistan plus anggaran hingga 1 triliun dollar AS, Taliban justru makin kuat.

"Trump harus mendapat fakta yang benar. Pakistan sudah banyak menderita karena perang AS. Kini kami bakal fokus kepada kepentingan rakyat kami," tegasnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Pakistan tak melakukan apapun untuk menangkal terorisme dengan berpatokan kepada momen tewasnya Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Bin Laden terbunuh ketika pasukan khusus Angkatan Laut AS SEAL menemukan persembunyiannya di kota Pakistan Abbottabad pada 2 Mei 2011.

Baca: Adriana Dondokambey Imbau Masyarakat Waspadai Ajaran Sesat di Medsos

Trump berujar, seharusnya Bin Laden bisa ditangkap jauh sebelumnya. Bahkan dia sudah menyebut Bin Laden di bukunya sebelum 9/11 terjadi.

"Presiden Bill Clinton membuang peluang. Kami membayar Pakistan miliaran dollar dan mereka tak memberi tahu dia bersembunyi di sana. Bodoh!" ujar Trump.

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump (Timesofisrael.com)

Dalam wawancara dengan Fox News Minggu (18/11/2018), Trump berujar dia membatalkan bantuan senilai ratusan juta dollar AS kepada Islamabad awal tahun ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved