Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Anak Terbangun saat Ayah-Ibunya Dibunuh: Mencekik hingga Tewas

Pembunuhan keji menimpa empat orang dalam satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, dilakukan Haris Simamora.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribunnews.com
Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pembunuhan keji menimpa empat orang dalam satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, dilakukan Haris Simamora, seorang diri. Ia menggunakan linggis besi memukul tubuh Diperum Nainggolan (38), dan Maya boru Ambarita (37), istrinya. Anak korban, Sarah boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), sempat terbangun. Haris berusaha menenangkan, kemudian mencekik mati. Motif kejahatan karena pelaku dendam.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, Haris membunuh Diperum Nainggolan sekeluarga saat para korbannya tengah tertidur. Haris tiba di rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB hari Senin (12/11). Ia telah terbiasa menyambangi kediaman korban sehingga memasuki rumah tanpa mencongkel pintu.

"Jadi pembunuhan dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB saat Diperum dan istrinya, Maya boru Ambarita tertidur di ruang tamu," ujar Wahyu, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11).

Haris adalah keluarga dari Maya boru Ambarita. Dia juga pernah bekerja menjaga kos-kosan milik Douglas Nainggolan. Belakangan pengelolaan rumah kos dan warung diserahkan Douglas kepada adiknya, Diperum. Walau tidak bekerja mengelola rumah kos, Haris masih kerap tidur di sana.

Haris mengaku membunuh Diperum dan istrinya terlebih dahulu menggunakan sebatang linggis, besi. Malam nahas itu, kedua anak korban, tidur dalam kamar.  Tiba-tiba saja kedua anak Diperum, Sarah dan Arya terbangun dan berjalan keluar kamar, mungkin mendengar suara berisik atau erangan kesakitan ayah dan ibunya, digebuk linggis. "Pengakuan sementara pelaku, kedua anak korban dicekik hingga tewas. Tapi kami masih kembangkan," lanjut Wahyu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Sarah dan Arya mengimbuhkan, sempat berjalan keluar kamar tidur untuk melihat kondisi kedua orangtuanya di ruang tamu. Namun, Haris menghalangi langkah kedua keponakannya itu dan meminta mereka kembali tidur. "Haris menenangkan dua anak Diperum dan bilang, 'Tidur lagi sana, Mama cuma sakit kok'," ujar Argo.

Haris juga membimbing Sarah dan Arya menuju tempat tidurnya dan menidurkan murid sekolah dasar tersebut. Namun saat keduanya mulai kembali tertidur, Haris justru mencekik keduanya hingga tewas, Selasa (13/11) dini hari. Setelah membunuh keempat korban, Haris kemudian pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail yang terparkir di depan rumah korban.

Polisi kini berhasil mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan Haris terhadap keluarga Diperum Nainggolan. Ternyata HS sakit hati karena pekerjaannya sebagai penjaga kosan diambil Diperum Nainggolan. Pemilik kosan itu sendiri adalah Douglas Nainggolan, abang kandung Haris.

"Pelaku sakit hati karena korban ini pengelola kos. Beberapa waktu yang lalu pengelolanya adalah pelaku," ujar Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat.

Meski tidak lagi bekerja sebagai pengelola kos, HS masih sering menginap di kosan tersebut. Selama menginap di sana, HS mengaku kerap dimarahi korban. "Tersangka ini sering dihina-hina. Kadang-kadang kalau di situ dibangunkan dengan kaki," ungkap Kombes Argo Yuwono.

Hal tersebut lah yang membuat emosi korban tersulut sehingga memutuskan untuk menghabisi korban, warga Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa (13/11).  Haris mengaku nekat membunuh lantaran sering dimarahi korban.

Polisi masih mencari sebilah linggis yang diakui Haris sebagai alat untuk membunuh Diperum dan keluarganya, yaitu sang istri Maya Boru Ambarita (37) dan kedua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Menurut keterangan Haris, batang besi tersebut dibuangnya ke sungai atau Kalimalang. "Kami sudah melakukan pencarian kemarin, namun arus sungai sangat deras dan pencarian kami hentikan sementara," kata Argo.

Polisi telah menetapkan Haris sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Polisi juga sudah melakukan penahanan. Kombes Argo mengatakan, dari hasil penyelidikan, Haris membunuh keluarga Diperum Nainggolan seorang diri. "Untuk sementara itu. Sementara yang bersangkutan sendiri (melakukan pembunuhan)," ujar Argo.

Meski demikian, polisi masih mengembangkan penyidikan untuk memastikan ada tidaknya tersangka lain dalam kasus ini. "Nanti kami masih pengembangan ke (tersangka) yang lain," tuturnya.  

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved