Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Arab Saudi Tak Akan Turuti Permintaan Turki Mengenai kasus Jamal Khashoggi

Arab Saudi menyatakan tak akan menuruti permintaan Turki untuk menggelar investigasi internasional terkait kasus Jamal KhaShoggi

Editor:
AFP/OZAN KOSE
Wilayah di sekitar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki ditutup polisi untuk kepentingan penggeledahan terkait hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Arab Saudi menyatakan tak akan menuruti permintaan Turki untuk menggelar investigasi internasional berkaitan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menyampaikan, Saudi mempunyai badan investigasi sendiri, dan menolak segala bentuk "penyelidikan independen".

"Ini merupakan kasus hukum yang sepenuhnya berada di wilayah yudisial Saudi," terang Jubeir seperti diwartakan AFP Kamis (15/11/2018).

Dia juga menegaskan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) sama sekali tak ada kaitannya dengan pembunuhan Khashoggi.

Baca: Turki Serukan Penyelidikan Internasional Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sebelumnya, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan dia meyakini sebuah penyelidikan internasional diperlukan untuk mengusut kasus Khashoggi.

Awalnya, Turki memprioritaskan kerja sama dengan Arab Saudi. Bulan lalu Riyadh mengirimkan jaksa agungnya ke Istanbul untuk menggelar pembicaraan dengan otoritas Turki.

Jaksa Agung Sheikh Saud al-Mojed datang untuk melakukan pemeriksaan di gedung konsulat Arab Saudi, lokasi terjadinya pembunuhan.

Namun, sejumlah pejabat Turki menyampaikan keraguan soal ketulusan Arab Saudi bekerja sama dalam investigasi ini.

Baca: Ini Kata-kata Terakhir Jamal Khashoggi Saat Akan Dibunuh

"Awalnya kami berkata, Turki akan membentuk sebuah kelompok kerja dengan Arab Saudi dan kami tak berencana membawa kasus itu ke pengadilan internasional," ujar Cavosoglu.

Namun, lanjut dia, masalah ini bukan kasus biasa lagi dan pemerintah Turki memandang investigasi internasional memang dibutuhkan.

Tampak luar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tempat di mana jurnalis Jamal Khashoggi terakhir terlihat.
Tampak luar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tempat di mana jurnalis Jamal Khashoggi terakhir terlihat. ((AFP / OZAN KOSE))

"Kami akan melakukan apapun untuk mengungkap semua aspek pembunuhan ini," lanjut tutur menlu berusia 50 tahun tersebut.

Sementara itu seorang pejabat senior Turki mengusulkan para tersangka pembunuh diadili di Turki dengan pengawasan lembaga HAM internsaional.

Baca: Ternyata Usai Disiram Cairan Asam, Jenazah Jamal Khashoggi Jadi Cairan Lalu Dibuang ke Selokan

"Biarkan unit-unit HAM dari berbagai organisasi terhormat seperti PBB hingga Uni Eropa mengawasi persidangan ini," ujar Omar Celik, juru icara Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang berkuasa.

Kasus Khashoggi menjadi perhatian internasional sejak dia dilaporkan menghilang ketika hendak mengurus dokumen pernikahan di konsulat Istanbul pada 2 Oktober.

Awalnya, Riyadh bersikukuh bahwa kolumnis media Amerika Serikat (AS) The Washington Post itu telah meninggalkan gedung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved