Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Belanja Online Kerek Transaksi Bank: Tren Transaksi e-Commerce Meroket

Tren belanja masyarakat yang beralih ke arah digital ditandai maraknya e-commerce menjadi berkah

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ing.be
Ilustrasi 

PT Bank Dinar Internasional Tbk misalnya, sampai Oktober 2018 mencatatkan aset sebesar Rp 2,35 triliun atau menyusut 1,55% yoy dari Rp 2,38 triliun.

Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie mengatakan, salah satu penyebab karena semakin ketatnya persaingan dengan bank besar di tengah tren suku bunga yang terus menanjak.

Belum lagi, perebutan dana pihak ketiga (DPK). Agar tetap bisa mempertahankan pertumbuhan DPK, Bank Dinar terpaksa meningkatkan tingkat suku bunga simpanan.

Langkah itu tetap jasa belum ampuh. DPK Bank Dinar hanya mampu dijaga stagnan sebesar Rp 1,8 triliun per Oktober 2018 yoy.

Namun Hendra optimistis aset akan tumbuh. "Salah satu alasannya terkait rencana merger Bank Dinar dan Bank Oke yang ditargetkan rampung tahun ini," ujar Hendra, Selasa (13/11).

Aset PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) juga turun. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar mengungkapkan, total aset Bank Sumut per Oktober 2018 mencapai Rp 32,8 triliun turun 7,14% yoy.

Permintaan kredit yang melambat menjadi salah satu penyebabnya. Meski begitu, sampai akhir tahun ini Syahdan optimistis setidaknya aset sebesar Rp 31,07 triliun di tahun ini atau tumbuh 7,39% secara yoy dengan masuknya DPK dari dana proyek pemerintah.

Bali Hai Mengincar Peluang Ekspor

Produsen minuman beralkohol PT Bali Hai Brewery Indonesia ingin memperbesar pasar ekspor. Sejauh ini, mereka sudah menjamah 20 negara tujuan ekspor sepeti Korea Selatan, Malaysia, Jepang, Rusia hingga negara-negara di kawasan Eropa dan Afrika.

Bali Hai Brewery beroperasi sejak tahun 1975. Pada 1995, perusahaan tersebut mulai merambah pasar ekspor. Ada empat merek produk besutan Bali Hai, yang meliputi Bali Hai Premium, Draft Beer, El Diablo dan Panther Black.

Namun manajemen Bali Hai Brewery tak secara gamblang mengungkapkan komposisi penjualannya. Mereka hanya menggambarkan, porsi penjualan ekspor masih mini.

"Namun kami membuka kesempatan untuk mengeksplorasi, harapannya brand Bali Hai selalu mendapatkan tempat spesial di rumah sendiri dan dicari para penikmat bir mancanegara," ujar Erwin Ruffin, Marketing Manager PT Bali Hai Brewery Indonesia, dalam kunjungan pabrik, Selasa (13/11).

Yang pasti, Bali Hai Brewery tidak membedakan segmen dan lokasi produksi untuk kebutuhan pasar ekspor dan domestik. Semua aktivitas pembuatan minuman beralkohol berlangsung di Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik yang menempati area seluas 5 hektare (ha) tersebut berkapasitas produksi sebanyak 500 juta hekto liter per tahun.
Saban hari, Bali Hai Brewery memproduksi 20.000 karton atau 240.000 botol bir.

Perusahaan itu memproduksi merek bir berbeda setiap hari, sesuai dengan permintaan pasar. Adapun dalam sehari, mesin produksinya mampu menggiling 50 ton bahan baku malt dan hops.

Bali Hai Brewery mengklaim, penjualan domestiknya kini tumbuh 10% per tahun. "Untuk antisipasi persaingan, kami menampilkan produk yang mempunyai karakter sendiri-sendiri," kata Erwin. (Agung Hidayat/Marshall Sautlan/Maizal Walfajri)

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved