Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

10 Bahaya di Balik Rasa Kesepian Bagi Kesehatan

Ada banyak hal dalam kehidupan yang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Ada satu aspek yang mungkin tak disadari banyak orang juga berimbas p

Editor:
reebok
10 Bahaya bagi Kesehatan di Balik Rasa Kesepian 

Menghadapi stres ketika kesepian dalam menjalani hidup sehari-hari mungkin akan lebih merusak kesehatan, dibanding menghadapi stres dengan bantuan orang lain.

Sebuah studi pada tahun 2007 menemukan, dukungan sosial akan mengoptimalisasi respons neurokimia yang membantu melepas stres.

Temuan dari studi tersebut juga menunjukkan, dukungan sosial bisa melunakkan lingkungan dan kerapuhan genetis seseorang terhadap stres. Lebih jauh, dilansir Psychology Today, individu yang merasa kesepian dilaporkan memiliki level persepsi stres yang lebih tinggi.

Bahkan, ketika diekspos dengan faktor stres lain yang dialami orang-orang yang tidak kesepian kadarnya tetap lebih tinggi. Sekalipun ketika mereka sedang bersantai.

7. Mengacaukan pola makan

Bahaya Kesepian
Bahaya Kesepian (people)

Sebuah studi di tahun 2012 yang fokus pada hubungan gangguan makan dan kesepian menemukan, banyak karakteristik kesepian yang terkait dengan gangguan makan.

Sebut saja anoreksia, bulimia, dan binge-eating, ditemukan bisa terkait dengan kesepian. Meski begitu, kesepian bisa menjadi faktor baik penurunan maupun kenaikan berat badan.

Menurut studi tersebut, mereka yang berat badannya naik seringkali karena menjadikan makanan sebagai pereda rasa kesepian.

8. Bisa menjadi pertanda Alzheimer

Sebuah studi yang dilakukan Donovan mempelajari 79 komunitas yang dijalankan orang-orang tua. Dari studi tersebut ia menemukan, mereka yang memiliki level protein amyloid tinggi juga dilaporkan merasa kesepian, sama seperti perasaan terisolasi.

Banyak ilmuwan meyakini, akumulasi amyloid pada otak mendasari terjadinya alzheimer. Teori ini memiliki hipotesa, komponen amyloid mengacaukan komunikasi antara sel otak dan bahkan merusak sel tersebut.

Amyloid juga menurunkan kognisi sebagaimana karakteristik penyakit alzheimer.

9. Rentan terkena flu dan pilek

Sebuah studi pada tahun 2017 menemukan, mereka yang kesepian cenderung lebih rentan terkena gejala flu dan pilek. Studi tersebut mengekspos 159 orang dengan virus pilek umum.

Mereka lalu dimasukkan ke karatina di hotel selama lima hari. Tidak semua orang terserang penyakit. Namun, di antara mereka yang terserang, mereka yang merasa kesepian lebih rentan terkena virus tersebut 39 persen lebih tinggi.

Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved