Berita Kesehatan
9 Mitos Persalinan Normal yang Bikin Wanita Lebih PIlih Operasi Caesar
Kebanyakan ibu yang hamil di abad 21 memilih operasi caesar untuk melahirkan bayi mereka tanpa rasa sakit.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Kebanyakan ibu yang hamil di abad 21 memilih operasi caesar untuk melahirkan bayi mereka tanpa rasa sakit.
Jika memilih cara persalinan caesar, mungkin karena pengalaman mengerikan yang pernah diceritakan teman-teman Anda atau calon ibu lainnya.
Past Anda mendengar bahwa melahirkan normal itu menyakitkan dan banyak efeknya setelah melahirkan.
Baca: Cara Mengonsumsi Lidah Buaya dengan Benar, Menyehatkan tapi Juga Bisa Mematikan
Ada banyak mitos yang mengelilingi persalinan normal dan sebagian tidak begitu menyenangkan, padahal itu tidak benar juga.
Persalinan normal atau caesar, tidak ada melahirkan yang mudah. Ada pro dan kontra untuk masing-masing.
Tetapi fakta bahwa persalinan normal seperti pengalaman mendekati kematian, mungkin pengalaman berlebihan dari seorang ibu yang harus melalui persalinan y ang sulit.
Baca: Letakkan Bawang Putih di Telinga dan Rasakan Khasiatnya yang Luar Biasa
Melahirkan bagi setiap orang tidaklah sama. Karena pengalaman buruk seseorang bisa jadi tidak bagi orang lain. Tapi, kami percaya bahwa persalinan normal adalah yang paling baik untuk ibu dan bayi dalam jangka panjang.
Berikut ini beberapa mitos tentang persalinan normal yang jangan Anda percayai.
Mitos 1. Persalinan normal sulit untuk wanita dengan pinggul sempit
Ini adalah kesalahpahaman yang umum mengenai persalinan normal. Faktanya, ukuran pinggul seorang wanita tidak mempengaruhi kemampuannya untuk melahirkan bayi secara normal.
Ligamen di pelvis ibu akan melunak saat persiapan melahirkan.
Selain itu, bayi berputar agar sesuai dengan panggul ibu saat melahirkan dan tulang tengkorak mereka akan memastikan bahwa tidak ada halangan bagi bayi untuk melewati jalan lahir.
Mitos 2. Persalinan normal dapat menyebabkan rahim turun.
Rahim turun tidak hanya disebabkan oleh persalinan normal saja. Operasi caesar juga bisa menjadi penyebabnya.
Otot dasar panggung kita menahan organ panggul, seperti rahim, kandung kemih, dan rektum.