Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

(VIDEO) Pasangan Tidak Sah Korban Jadi Tersangka Kasus Mayat Terbakar

Polisi telah tetapkan pelaku dari kasus mayat terbakar di bumi perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul

Tayang:
Editor: Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi telah tetapkan pelaku dari kasus mayat terbakar di bumi perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul yang ditemukan warga pada Rabu (7/11/2018) lalu.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, berdasarkan keterangan Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan NR (32) dan JR (12) mengaku sebagai pelaku pembakaran I Gede Suka Negara (52).

NR mengaku bahwa telah membakar pasangan tak resminya tersebut lantaran berdalih tidak memiliki cukup biaya untuk melakukan kremasi.

Ia tak sendiri, tetapi mengajak JR anaknya yang berusia di bawah umur.

Korban dan pelaku tidak ada ikatan namun telah tinggal serumah selama 1,5 tahun.

Sedangkan JR bukan anak korban melainkan anak dari tersangka NR.

Baca: (VIDEO) Jokowi Heran soal Isu Kriminalisasi Ulama Dilakukan oleh Pemerintah

Kedua pelaku NR dan JR sudah ditetapkan tersangka. Namun untuk JR karena di bawah umur masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

KBO Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018) menjelaskan, bahwa korban sebelum meninggal sempat mengalami sakit.

"Pernah dirawat di rumah sakit Hardjolukito, tapi karena tak punya biaya kemudian pulang. Sebelum meninggal pun sempat akan dibawa ke rumah sakit, tapi terlanjur meninggal," kata Iptu Muji.

NR kemudian mencarai informasi mengenai harga kremasi usai I Gede yang meninggal pada Selasa (6/7/2018).

Namun rupanya harga kremasi sangat mahal, kemudian tersangka berinisiatif melakukan kremasi dibantu anaknya.

Baca: (VIDEO) Tri Rismaharini: Drama Kolosal Surabaya Membara Tak Berizin

Tersangka membawa mayat korban ke Bumi Perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Kecamatan Sanden. Ia memilih lokasi itu lantaran sang anak pernah kemah di sana.

Mayat korban yang meninggal karena penyakit diabetes digulung memakai kasur dan dibakar dengan 3 liter pertalite.

"Dibakar dengan adat tradisinya. Tapi karena hanya memakai 3 liter pertalite, jenazah tidak menjadi abu. Bekas luka bakar di wajah, selangkangan, dan kaki. Jadi identitasnya masih bisa diketahui," ucap Muji.

Lantaran tidak terbakar, mayat korban ditemukan oleh warga dan sempat membuat geger warga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved