Multifinance Menaikkan Bunga Pinjaman di Semester II
Efisiensi Industri pembiayaan atau multifinance kuartal ketiga tahun ini agak melorot. Ini terlihat dari rasio beban
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Efisiensi Industri pembiayaan atau multifinance kuartal ketiga tahun ini agak melorot. Ini terlihat dari rasio beban operasional berbanding pendapatan operasional (BOPO) industri pembiayaan yang meningkat di kuartal III-2018.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, BOPO multifinance pada akhir 2017 lalu berada di angka 81,46%. Rasio ini menurun ke angka 80,37% di akhir semester pertama 2018.
BOPO di industri pembiayaan kembali terkerek di kuartal-III menjadi 80,63%. Namun ini masih jauh lebih baik ketimbang periode yang sama di tahun lalu yang sempat menyentuh 82,97%.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai, memasuki semester kedua tahun ini memang ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha. Di antaranya efek kebijakan bank sentral yang mengerek suku bunga acuan. "Sehingga biaya dana ikut naik," kata dia.
Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengakui kondisi bisnis di paruh kedua ini cenderung makin menantang. Misalnya saja dari tren kenaikan non performing finance (NPF) akibat kondisi ekonomi makro yang berdampak pada kemampuan bayar debitur.
Di samping itu, kenaikan biaya dana terjadi di semester II ini. Tapi Roni yakin pihaknya bisa meminimalisir dampak dari kenaikan beban. "Misalnya kami lakukan penyesuaian bunga pembiayaan dari kenaikan cost of fund," katanya, Kamis (8/11).
Menaikkan bunga
Di separuh kedua ini, BCA Finance sudah mengerek bunga pembiayaan sebesar 0,5% untuk mengimbangi kenaikan biaya dana dari perbankan.
Sementara, Direktur BFI Finance Sudjono mengatakan, kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan hingga 150 basis poin (bps) sejak bulan Mei 2018 tentu berpengaruh pada cost of fund industri pembiayaan.
Mengimbangi kenaikan tersebut, BFI Finance turut menaikkan bunga pembiayaannya antara 0,5% - 1,0% di bulan September lalu.
Penyesuaian bunga pembiayaan menjadi salah satu opsi untuk menjaga kenaikan beban. Di samping itu, BFI Finance juga menjalankan langkah efisiensi untuk menjaga beban, termasuk dengan menjaga tingkat kredit bermasalah yang saat ini berada di kisaran 1,2%.
Rasio Efisiensi Multifinance
Periode Pendapatan Operasional Beban BOPO
Operasional
2015 85,89 68,79 85,34%
2016 90,36 74,79 82,77%
2017 96,92 78,95 81,46%
Kuartal II 2017 47,08 38,71 82,24%
Kuartal II 2018 51,35 41,27 80,37%
Keterangan: Dalam triliun rupiah Sumber: OJK
Aset Asuransi Jiwa Tetap Tumbuh, Meski Tipis
Aset industri asuransi jiwa mengalami peningkatan. Sayangnya, dengan kondisi pasar saham yang fluktuatif membuat aset industri ini tidak mampu tumbuh signifikan atau cenderung melambat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai September 2018, aset asuransi jiwa tumbuh 6,1% menjadi Rp 516,34 triliun dari realisasi September tahun lalu yang sebesar Rp 486,65 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20181015_003441.jpg)