Begini Tanggapan Karni Ilyas saat Dituding Mencekal Rocky Gerung Tampil di ILC
Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne, Karni Ilyas mengaku dirinya dapat tudingan mencekal Rocky Gerung untuk tampil di programnya.
"Secara politik apakah ini biasa, atau apa pengaruhnya ini terhadap elektabilitas, terhadap koalisi-koalisi dan calon-calonnya," tanya Karni kembali.
Rocky selaku pengamat politik memberikan jawaban bahwa ujaran-ujaran tersebut menjadi normal di tahun politik seperti ini.
"Dengan menyebut tahun politik, maka ini jadi normal sebetulnya, sangat normal, karena di tahun politik seharusnya skrup politik itu dilonggarin bukan dikencengin, supaya kita bisa lega menerima cacian dan cercaan, yang sebetulnya bukan dengan niat, jadi itu mainan saja," jawab Rocky.
Baca: Selain Durian, 6 Makanan Ini Tidak Boleh Kamu Bawa Masuk ke Dalam Pesawat
Lihat videonya:
Baca: Ahmad Dhani Sindir Maia Estianty Pilih Tempat Nikah yang Dingin, Sang Anak Bongkar Fakta Sebenarnya
Sebelumnya, Karni Ilyas juga sempat angkat bicara soal polemik mengundang Rocky Gerung di programnya, Selasa (7/8/2018).
Karni Ilyas mengaku dirinya kerap mendapat pernyataan apakah sebagai pemandu acara mendapat intervensi dari beberapa pihak, termasuk pemerintah mengenai acaranya.
Karni Ilyas menyebut jika dirinya paling banyak mendapat intervensi dari masyarakat.
Seperti kehadiran Rocky Gerung.
Menurutnya, sebagian meminta Rocky Gerung hadir di acaranya.
Tetapi ada banyak pula yang menekan dirinya agar tidak mengundang Rocky Gerung dalam acaranya.
Baca: Kenapa Take Off Lebih Berisiko Dibanding Landing? hingga Disebut Momen Paling Mendebarkan
"Sering saya ditanya, apakah sebagai Pemred atau sebagai host ILC apa banyak yang intervensi, apakah pemerintah mengintervensi, atau pemilik mengintervensi? Jawaban saya tidak."
"Intervensi yang terbanyak justru datang dari masyarakat. Hampir ratusan tiap pekan saya menerima Twitter yang meminta agar Rocky Gerung wajib dihadirkan."
"Artinya tekanan itu dari mana-mana. Karena itu saya selalu mengatakan, bahwa saya itu ibarat orang yang berdiri di perempatan jalan."
Kalau saya tidak ditabrak dari depan, saya akan ditabrak dari belakang. Kalau tidak ditabrak dari kiri, saya akan ditabrak dari kanan, kata Margaret Tahcher, Perdana Menteri Inggris," ungkap Karni Ilyas. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)