Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Insinyur Rusia Ini Rancang Kapsul Penyelamatan Penumpang Saat Kecelakaan Pesawat

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Editor: Aldi Ponge
YouTube
Teknologi keamanan pesawat rancangan insinyur Rusia Gamil Halidov. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat Boeing 737-Max 8 itu jatuh setelah hanya mengudara selama 13 menit seusai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Banten menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Tragedi kecelakaan pesawat sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Perbincangan soal keamanan penerbangan pun mencuat lagi, termasuk soal inovasi teknologi keamanan pesawat terbang.

Baca: Sebelum Lion Air JT 610 Jatuh, Gadis Pendoa di Manado Ini Tulis Status Pesawat Akan Jatuh

Di media sosial Facebook dan YouTube, Warta Kota menemukan sebuah video tentang teknologi keamananan penerbangan yang diciptakan oleh ilmuwan asal Rusia.

 
Dalam video itu ditampilkan simulasi pesawat terbang komersil yang mengalami kecelakaan saat mengudara.

Namun, desain kabin pesawat itu berbeda dari pesawat pada umumnya. Semua penumpang dimasukkan dalam sebuah kapsul yang terbuat dari bahan polimer.

Kapsul itu seperti selubung yang terpisah dari badan pesawat. Saat pesawat itu mulai terbakar di bagian sayap kanan dan mengeluarkan asap hitam tebal, kapsul polimer tadi otomatis langsung terlepas keluar dari badan pesawat, dilengkapi parasut yang langsung mengembang.

Saat badan pesawat tersebut, yang sudah tak lagi berisi penumpang, terus jatuh dan akhirnya meledak dan hancur, kapsul yang berisi penumpang tadi mendarat aman di darat maupun di laut, karena sudah diterbangkan oleh dua parasut besar di atasnya.

Baca: Korban Tewas Lion Air JT-610 Ditemukan dalam Kondisi Tak Utuh, Termasuk Dua Bayi

Bila jatuh di laut, kapsul itu langsung mengeluarkan sirip yang berfungsi sebagai pelampung, sehingga kapsul itu langsung mengapung di air, sampai tim SAR dan pertolongan pertama tiba di lokasi.

Lantas, bagaimana nasib pilot dan kopilot di dalam ruang pengendali pesawat? Video itu tak menjelaskannya. Namun, kemungkinan teknologi ini mengadaptasi pesawat militer, di mana pilot dan kopilot bisa langsung mengaktifkan tombol pelontar di kursi mereka, bila pesawat mengalami masalah dan akan jatuh.

Penelusuran Warta Kota, inovasi pesawat di dalam video ini ditemukan oleh Gamil Halidov, asal Rusia.

Dikutip dari express.co.uk pada artikel berjudul 'Life-saving PLANE CRASH escape system is being IGNORED, says inventored' yang dipublikasikan pada 11 November 2015, Gamil Halidov mengaku pernah menawarkan teknologi hasil rancangannya tersebut kepada produsen pesawat besar yang tidak ia sebutkan namanya, namun ditolak mentah-mentah.

Baca: Ada di Badan Pesawat, KNKT Menduga Sebagian Besar Korban Lion Air JT-610 Masih Terjebak

Gamil Halidov merancang teknologi ini karena terinspirasi kecelakaan pesawat Metrojet dengan nomor penerbangan 9268, yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Kogalymavia asal Rusia.

Pesawat itu jatuh di Semenanjung Sinai pada 31 Oktober 2015, setelah lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh di Mesir, menuju Bandara Pulkovo, St Petersburg, Rusia.

Pesawat berjenis Airbus A321 itu mengangkut 217 penumpang dan tujuh kru pesawat, dan semuanya tewas ketika pesawat tersebut patah dan hancur di udara.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved