Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Misteri Pembunuhan Satu Keluarga di Samosir Terungkap, Ini Penyebabnya

Polres Samosir menggelar temu pers terkait pembantaian satu keluarga di Mako Polres Samosir, Senin (29/10/2018).

Editor: Aldi Ponge
Satu keluarga ditemukan tak bernyawa di Janji Mauli Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Onanrunggu, Kabupten Samosir, Sumatera Utara, Kamis (25/10/2018)(Dok: Humas Polda Sumut) 

Dia menambahkan, beberapa saat kemudian JS pergi ke kamar mandi dikarenakan racun yang sempat diminumnya mulai bereaksi di dalam tubuhnya.

Baca: Pesawat Jatuh, Kemenkeu Buka Posko untuk Keluarga Pegawai yang Jadi Korban

Yang mengakibatkan JS merasa kepanasan dan membuka seluruh pakaiannya dan disitulah JS meninggal dengan posisi telungkup tanpa menggunakan sehelai pakaian.

” Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, kami menyakini bahwa pelaku JS memiliki sifat temperamental. Sekaligus dipastikan bahwa kejadian itu bukan merupakan pembunuhan berencana,”kata Kasat Reskrim Polres Samosir.

Diberitakan sebelumnya, diduga KDRT satu keluarga yang terdiri dari, suami, istri dan dua orang anaknya Rauli Samosir(3) dan Fransiskus Samosir(2) ditemukan tewas dirumahnya, di Janji Mauli Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Rabu (24/10) lalu.

Sedangkan hasil autopsi yakni, JS mengalami luka sayat pada bagian tangan sebelah kiri yang menyebabkan pembuluh arteri putus dan mengeluarkan banyak darah, sehingga organ tubuh menjadi pucat serta akibat dari racun yang diminum diperkirakan JS meninggal dunia.

Baca: Pesawat Jatuh, Kemenkeu Buka Posko untuk Keluarga Pegawai yang Jadi Korban

Untuk korban RG mengalami luka koyak pada kepala sebelah kiri dan tengkorak kepala pecah yang mengakibatkan rusaknya jaringan otak pecah dan diduga adanya benturan benda tumpul keras.

Korban RS, tengkorak kepala retak dan jaringan otak tebal pecah, begitu pun korban FS tengkorak kepala pecah dan jaringan otak tebal pecah yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peristiwa tersebut murni karena faktor ekonomi yang berujung terjadinya KDRT dan mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia di desa Tambun Sukkean, dan secara langsung kasus ini di SP3 kan (dihentikan).

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: http://medan.tribunnews.com/2018/10/29/misteri-pembunuhan-satu-keluarga-di-samosir-terungkap-ternyata-soal-kondisi-ekonomi?page=all

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved