Misteri Pembunuhan Satu Keluarga di Samosir Terungkap, Ini Penyebabnya
Polres Samosir menggelar temu pers terkait pembantaian satu keluarga di Mako Polres Samosir, Senin (29/10/2018).
TRIBUNMANADO.CO.ID -- Polres Samosir menggelar temu pers terkait pembantaian satu keluarga di Mako Polres Samosir, Senin (29/10/2018).
Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat diwakili Kasat reskrim Polres AKP Konser Banjarnahor menyampaikan, penyebab terjadinya peristiwa tersebut karena faktor ekonomi yang berujung terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Berawal dari faktor ekonomi hingga terjadi KDRT, "ujarnya.
Baca: (VIDEO) Sutopo Beri Klarifikasi soal Video Detik-detik Penumpang Lion Air JT 610 Jatuh yang Beredar
Katanya, uang hasil menyadap tuak yang selama ini ia kerjakan hanya dipegang oleh istrinya Rosalina Gultom(28). James Samosir (31) merasa kesal dengan hal tersebut.
Dia melanjutkan, atas hal itu, selanjutnya JS cekcok dengan istrinya, yang pada saat itu JS juga sedang minum tuak.
Sembari RG bersungut-sungut kepada JS dengan menggunakan bahasa isyarat (tuna wicara), kemudian RG langsung masuk ke dalam kamar bersama kedua anak-anaknya.
Setelah RG dan anak-anaknya RS (3) dan FS (2) tidur di dalam kamarJS menghabisi nyawa istri dan kedua anak-anaknya.
Sebelumnya JS sudah tersulut emosi atas perdebatan dengan RG seiring dengan pengaruh tuak yang telah diminumnya.
"Ditambah lagi, sekitar bulan April lalu, JS juga menampar istrinya hingga RG pulang ke rumah orangtuanya. Serta JS juga berjanji kepada pihak keluarga, bahwa dirinya tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama,"tuturnya.
Baca: Pesawat Jatuh, Kemenkeu Buka Posko untuk Keluarga Pegawai yang Jadi Korban
Dia melanjutkan, sedangkan pada saat kejadian JS pertama sekali membantai istrinya dengan menggunakan pentungan, namun karena kedua anak-anaknya melihat perbuatan itu.
JS langsung membantai kedua anaknya yang dimulai kepada anak perempuan dan kepada anak laki-lakinya, yang mengakibatkan istri dan kedua anaknya meninggal dunia.
Setelah itu JS mengambil pentungan tersebut dan memukulkan pentungan itu ke arah keningnya.
Namun, karena pukulan pentungan itu tidak menimbulkan kematian, selanjutnya JS mengambil racun rumput dari dalam kamar dan menuangkannya ke arah mulut dan wajah istrinya agar seolah-olah istrinya bunuh diri.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemudian JS pergi ke dapur mengambil parang dan menyayatkan parang itu ke pergelangan tangan sebelah kiri sebanyak dua kali.
Sembari darah terus mengucur dari pergelangan tangan sebelah kirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/keluarga_20181026_112841.jpg)