Penasihat MBS Perintahkan Bunuh Khashoggi: Arab Krisis, Raja Temui Keluarga Jamal
Kasus Jamal Khashoggi makin terang benderang. Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut kasus pembunuhan jurnalis tersebut sebagai operasi kejahatan oleh orang-orang yang telah
Dia juga menyangkal kabar yang menyebut Pangeran Mohammed bin Salman maupun dinas intelijen memiliki informasi sebelumnya tentang operasi tersebut.
"Ini merupakan operasi kejahatan. Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan apa yang menambah kesalahan itu adalah upaya untuk menutup-nutupinya. Ini tidak dapat diterima di pemerintahan mana pun," ujarnya.
Baca: Polisi Turki Temukan Kendaraan Milik Konsulat Arab Saudi di Istanbul
Menteri Saudi: Kami Mengalami Krisis karena Kasus Jamal Khashoggi
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyebut saat ini negaranya berada dalam kasus sejak kasus pembunuhan Jamal Khashoggi mencuat.
Pernyataan itu disampaikan Falih di sela konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan (FII) yang tak dihadiri sejumlah perusahaan besar dunia.
Diwartakan AFP Selasa (23/10/2018), konferensi berjuluk "Davos di Padang Pasir" itu tetap digelar setelah Saudi mengakui Khashoggi tewas pada 2 Oktober lalu.
"Seperti yang sudah diketahui, kami mengalami krisis. Pembunuhan Khashoggi sangat disayangkan. Tak seorangpun di kerajaan ini yang membenarkannya," ujar Falih.
Dia kemudian memuji CEO perusahaan energi raksasa Perancis Total, Patrick Pouyanne, yang tetap menghadiri acara berdurasi tiga hari tersebut.
Berdiri di panggung yang sama dengan Falih, Pouyanne berujar dia memahami posisi Saudi. "Ini adalah momen di mana Anda memperkuat persahabatan," tutur dia.
Selain Pouyanne, FII juga dihadiri Direktur Dana Investasi Rusia Kirill Dimitriyev serta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.
Sedangkan nama-nama besar yang batal hadir adalah Direktur IMF Christine Lagarde dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.
Nama lain yang batal hadir misalnya CEO Siemens Joe Kasser, direktur korporasi JP Morgan, Ford, serta perusahaan transportasi online Uber.
Sedangkan media-media besar seperti Bloomberg, CNN, dan The Financial Times juga dipastikan tidak mengambil bagian.
Sebelumnya, Khashoggi menghilang ketika hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
Pihak Saudi awalnya bersikukuh Khashoggi telah meninggalkan gedung. Namun sumber internal Turki berujar dia telah dibunuh di dalam konsulat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dikritik-rakyat-soal-gaya-hidup-mewah-begini-kata-pangeran-arab-saudi-mohammed_20180320_152400.jpg)