Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penasihat MBS Perintahkan Bunuh Khashoggi: Arab Krisis, Raja Temui Keluarga Jamal

Kasus Jamal Khashoggi makin terang benderang. Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi

Editor: Lodie_Tombeg
Youtube
Dikritik Rakyat Soal Gaya Hidup Mewah, Begini Kata Pangeran Arab Saudi Mohammed 

Qahtani dilaporkan telah dipecat Raja Salman beserta empat pejabat lainnya pekan lalu. Dia ditahan dan sempat mengaku tak percaya.

Kasus Khashoggi telah menyita perhatian dunia, di mana negara Barat termasuk AS meminta penjelasan Saudi atas kematiannya.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017.

Dalam ulasannya di The Post, jurnalis berumur 60 tahun itu acap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman maupun keterlibatan Saudi di Yaman.

Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi (theaustralian.com.au)

Raja dan Putra Mahkota Saudi Temui Keluarga Jamal Khashoggi

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman menemui anggota keluarga dari mendiang jurnalis Jamal Khashoggi, Selasa (23/10/2018).

Kedua anggota keluarga kerajaan itu menerima putra Jamal Khashoggi, Salah dan saudaranya, Sahel di Istana Kerajaan Saudi di Riyadh.

Diberitakan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), dalam pertemuan itu, Raja Salman dan Putra Mahkota menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi.

Tidak dijelaskan secara rinci pertemuan antara Salah dengan dua petinggi kerajaan Saudi tersebut.

Namun sehari sebelumnya, dikabarkan SPA, Raja Salman dan Putra Mahkota Saudi juga telah berkomunikasi dengan Salah, putra Khashoggi, melalui sambungan telepon.

Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, dikabarkan hilang sejak 2 Oktober lalu, setelah dia memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Lebih dari dua pekan kemudian, pada Sabtu (20/10/2018) lalu, pemerintah Saudi mengumumkan jika Khashoggi telah tewas akibat pertikaian dengan sekelompok orang di gedung konsulat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). (Adem Altan / AFP)

Otoritas Saudi juga mengatakan telah menahan 18 orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Kabinet Saudi pada Selasa (23/10/2018) menyampaikan akan meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang berada di belakang kasus pembunuhan Khashoggi, tidak peduli siapa pun mereka.

"Kabinet akan meminta pertanggungjawaban semua orang yang telah gagal dalam tugas mereka tidak peduli siapa pun mereka," tulis pernyataan yang dipublikasikan SPA.

Baca: Erdogan Janji Segera Ungkap Pembunuhan Jamal Khashoggi Beberapa Hari ke Depan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved