Kisah Alexander, Selamat dari Bible Camp Maut di Palu, Kehilangan Karib Warga Kawanua
Siswa pengungsi korban bencana Palu dan Donggala terus berdatangan ke Manado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Siswa pengungsi korban bencana Palu dan Donggala terus berdatangan ke Manado.
Mereka bersekolah di sejumlah sekolah di Manado sebagai siswa titipan.
Salah satunya Alexander.
Warga Petobo ini bersekolah di SMA Negeri 2 Palu dan memilih melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Manado.
Baca: Kisah Sekeluarga Tinggal di Toilet, Tahan Dingin dan Hirup Bau Busuk, Hans Terkena Penyakit Paru
Alexander mengaku dilanda trauma.
Sebanyak 12 siswa sekolah itu tewas dan 6 siswa hilang saat mengikuti acara bible camp di Sigi.
Seorang diantara siswa yang hilang adalah karib Alexander.
Baca: Derita Keluarga yang Tinggal di Toilet, Tak Dapat Raskin dan Tak Masuk PKH, Sekarang Harus Bayar Ini
"Dia orang Manado, namanya Dian Marentek," kata dia.
Sebut Alexander, dirinya dan Dian sama sama panitia kegiatan bible camp.
Dian pergi ke lokasi lebih dahulu.
"Saya rencananya datang belakangan pada Sabtu, dan bencana itu terjadi pada hari Jumat," kata dia.
Baca: Derita Keluarga Tinggal di Toilet, Tidur Tak Nyaman, Anak Belajar di Toilet, Hingga Malu Jika Ibadah
Ia mengaku merasa sangat kehilangan.
Dian adalah teman terbaiknya dan keduanya sempat bercakap cakap sesaat sebelum kejadian maut itu.
"Saya seperti tidak ikhlas ia akan pergi," kata dia.
Selain karib, ia juga kehilangan beberapa guru kesayangannya dalam peristiwa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto_20181022_113836.jpg)