Garuda Mengerek Tarif Kargo 15%

PT Garuda Indonesia Tbk resmi menaikkan tarif kargo sebesar 15%, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Garuda Mengerek Tarif Kargo 15%
Garuda Indonesia
Penghargaan sebagai awak kabin terbaik dunia tersebut merupakan yang kali kelima diterima oleh Garuda Indonesia sejak tahun 2014. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk resmi menaikkan tarif kargo sebesar 15%, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).  Mohammad Iqbal, Director of Cargo & Business Development PT Garuda Indonesia Tbk, mengatakan gejolak rupiah saat ini memang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. Sebab, hal itu secara otomatis berimbas terhadap kenaikan tarif bahan bakar.

"Harga bahan bakar, dari Januari hingga sekarang, sudah naik sekitar 30% ditambah depresiasi rupiah sebesar 12%, sehingga double impact," ujar dia saat ditemui KONTAN, Rabu (17/10).

Iqbal menjelaskan, untuk menyiasati pengaruh pelemahan rupiah terhadap kinerja, manajemen Garuda mengambil langkah efisiensi dengan cara mengerek tarif. "Hanya saja yang naik baru kargo, penumpang belum, karena baru diusulkan," ungkap dia.

Dengan kenaikan tarif ini, Garuda berharap kontribusi kargo terhadap pendapatan tahun ini tumbuh menjadi 11% terhadap total pendapatan. "Tahun lalu 9%, tahun ini targetnya 11% dan tahun depan kami berharap sudah bisa dua kali lipat menjadi 18% dari total pendapatan," sebut Iqbal.

Hingga September 2018, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan kargo sekitar Rp 5,5 triliun, lebih tinggi 10% dari periode sama tahun lalu sekitar Rp 5 triliun. Mengenai realisasi kuantitas kargo per September 2018, Iqbal enggan buka-bukaan. Cuma, dia bilang target realisasi kargo tahun ini diharapkan tumbuh 11% dari realisasi tahun lalu sebesar 750.000 ton.

Untuk pengembangan bisnis kargo, maskapai penerbangan berkode saham GIAA ini berencana menghadirkan tiga unit pesawat khusus kargo. Ekspansi itu untuk membantu operasional bisnis kargo yang selama ini kurang efektif karena menggunakan pesawat penumpang.

Baca: Pesawat Kargo Militer AS Jatuh di Jalan Raya, 5 Orang Tewas

Iqbal menuturkan, penambahan armada khusus kargo untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat terkait pengiriman cepat dan efisien, terutama permintaan e-commerce yang kian meningkat.

"Kontribusi e-commerce terhadap bisnis kargo sebesar 40% dan angka tersebut masih bisa naik jika melihat permintaan yang semakin bertumbuh," kata dia. Pada tahap awal, pesawat kargo ini hanya akan melayani dua rute, yakni Wamena-Jayapura dan Makassar-Hong Kong.

IIF Memborong 1,52 Miliar Saham META

Perusahaan pembiayaan infrastruktur, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) kini menjadi salah satu pemegang saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 9 Oktober 2018 menunjukkan, IIF menguasai 1,52 miliar unit saham atau setara 10% saham META.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved