Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RBMS Raih Rp 299 Miliar dari Rights Issue

PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) mencari tambahan modal untuk ekspansi. Perusahaan real estate dan kontraktor

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Saham di Bursa Efek Indonesia 

BUMI Bayar Cicilan Utang Sebesar US$ 53 Juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali membayar cicilan utang. Kali ini, perusahaan tambang batubara itu membayar sejumlah US$ 53 juta.

Ini merupakan pembayaran cicilan ketiga untuk instrumen pelunasan utang yang terbagi ke dalam tranche A hingga C. "Sehingga, kami telah membayar total US$ 167,5 juta," ujar Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI, Senin (15/10).
Tahun lalu, BUMI berdamai dengan para kreditur. Skema perdamaian berupa konversi saham BUMI US$ 1,99 miliar. Saham ini merupakan saham Seri B dengan harga pelaksanaan Rp 926,16.

Baca: Yield SUN Terkerek Sentimen Eksternal: Dorong Pengumpulan Dana

Nilai tersebut terbagi dari new secured facility tranche A dan B masing-masing senilai US$ 600 juta. Sedang tranche C senilai US$ 406,99 juta untuk kreditur separatis. Pembayaran dilakukan berkala sebanyak tiga kali dalam setahun. Pembayaran pertama dilakukan 10 April 2018. Kala itu BUMI menebus US$ 66,38 juta.

Pembayaran kedua pada Juli 2018 sebesar US$ 48,52 juta. "Semuanya dibayar secara tunai," imbuh Dileep. Sumber dananya berasal dari cash flow perusahaan. Ini juga menjadi alasan BUMI belum membagikan dividen, meski laporan keuangan perusahaan sudah dalam posisi untung.

Pengangkutan hasil tambang batubara
Pengangkutan hasil tambang batubara (kompas.com)

Perusahaan ini menjadwalkan cicilan keempat pada 9 Januari 2019. "Perkiraan nilainya 10%-20% lebih tinggi dibanding pembayaran ketiga," ujar Dileep.

Mengacu pada angka tersebut, pembayaran cicilan keempat berkisar US$ 58,3 juta-US$ 63,6 juta. Perkiraan ini berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, meningkatnya produksi batubara BUMI. Hingga akhir 2018, BUMI menargetkan produksi batubara tumbuh 8% menjadi 90 juta ton.

Per semester I-2018, realisasi produksi mencapai 40,5 juta ton batubara, sekitar 45% dari target tahun ini. BUMI optimistis mampu mencapai target produksi. Sebab, curah hujan minim, sehingga mendukung aktivitas penambangan di sisa tahun ini.

Harga batubara juga diprediksikan stabil. "Kami perkirakan harga batubara tahun depan masih di atas US$ 100 per ton," imbuh Dileep.

Dengan kinerja yang membaik, manajemen BUMI kini yakin bisa melunasi utang dalam 18-24 bulan ke depan dan bisa membayar dividen lagi. Sebelumnya BUMI menargetkan pelunasan utang selesai dalam kurun waktu 60 bulan.

BALI Proyeksi Pendapatan Naik 46% di 2018

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kinerja yang cukup baik di sembilan bulan pertama tahun ini. Kinerja keuangan BALI naik berkat peningkatan pendapatan transmisi dan penyewaan micro cell pole.

Mengutip laporan keuangan tidak diaudit Jumat (12/10), perusahaan menara ini membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% secara tahunan menjadi Rp 328,47 miliar. Akibatnya, laba bersih BALI naik 78% secara year on year (yoy) menjadi Rp 43,81 miliar.

Dengan peningkatan kinerja yang cukup baik di kuartal III tahun ini, Wakil Direktur Utama BALI Lily Hidayat optimistis bisa membukukan kinerja lebih baik di akhir 2018. Di mana, pendapatan dan earning before interest tax depreciation amortization (EBITDA) diharapkan naik di atas 40% dari tahun sebelumnya.

Target pendapatan BALI tahun ini adalah Rp 467 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 46% dari tahun sebelumnya. "Sementara, EBITDA diharapkan naik 43% dibanding akhir 2017 sebesar Rp 215 miliar," jelas Lily, Senin (15/10).
Perusahaan ini berharap peningkatan kinerja didorong peningkatan pendapatan transmisi. Selain itu, pendapatan dari penyewaan micro cell pole (MCP) juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved