Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banyak Dilakukan Orang, Kenali Bahaya Memutar Punggung Hingga Bunyi 'Krek'

Memutar punggung hingga berbunyi pasti terasa melegakan dan seolah mampu meredam pegal-pegal, kenali bahaya ini

Editor:
Internet
Ilustrasi nyeri punggung 

 
Namun, para ahli juga mengatakan, kebiasaan ini dapat membahayakan tulang dan sendi.

Memutar punggung bisa menyebabkan nyeri punggung kronis karena cakram dan saraf yang rusak.

Melakukannya dapat menyebabkan sendi tulang belakang mengalami masalah.

Pakar Chiropractic William Charschan mengatakan memutar tulang belakang tidak akan mengatasi masalah karena bisa memanipulasi sendi yang salah.

Sementara, menurut Vargas, banyak orang yang memutar punggung hingga berbunyi sebenarnya memiliki subluksasi tulang belakang, vertebra mereka tidak sejajar.

Melakukannnya hanya menggerakkan sendi yang menyebabkan subluksasi. Jadi seiring waktu, kata Vargas, ini akan membuat masalah utama lebih buruk, atau akan merusak sendi tersebut.

Meskipun menggerakan tulang belakang hingga berbunyi secara rutin bisa membahayakan, sesekali melakukannya tidak akan menimbulkan masalah.

Misalnya, setelah kita duduk seharian.

"Jika kita menggerakan tulang belakang melalui rentang gerak normal tanpa menggunakan kekuatan tambahan, dan kita kebetulan mendengar suara retak itu, ini aman," kata Vargas.

Scott juga mengatakan orang-orang yang memutar punggung mereka sekali-sekali tidak mungkin melukai diri mereka sendiri.

Menurut dia, tubuh secara alami membatasi gerakan kita untuk melindungi sumsum tulang belakang. Namun, menggerakan belakang berulangkali dapat meregangkan ligamen di sekitar tulang belakang.

"Ini yang menyebabkan gerakan berlebihan, ketidakstabilan sendi, dan tubuh yang tidak stabil," kata Scott.

Sumber: Nakita
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved