Ini Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Otak Kanan
Kerap dikatakan bahwa anak yang pintar berhitung pasti otak kirinya lebih dominan.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sinarmas World Academy (SWA) melalui program Creativity, Activity, and Service (CAS).
Sesuai namanya program tersebut memiliki tiga komponen kegiatan. Pertama ada creativity atau kreativitas. Pada komponen ini siswa diberikan keleluasaan untuk bisa mengembangkan otak kanan mereka melalui kegiatan-kegiatan kesenian.
Selain itu siswa juga bisa melakukan eksplorasi dengan memperluas ide mereka menjadi sebuah karya yang orisinal atau interpretatif. Salah satu contohnya mereka bisa bergabung ke dalam sebuah grup musik. Di sana selain siswa bisa belajar mengolah vokal dan meningkatkan kemampuan bermusik, mereka juga dituntut untuk berkarya dengan mengadakan acara musik di lingkungan sekolah.
Selanjutnya activity atau aktivitas. Pada komponen ini siswa akan melakukan aktivitas fisik yang berkontribusi terhadap gaya hidup sehat.
Kemudian komponen terakhir service atau pelayanan. Pada komponen ini para siswa harus menunjukkan keterlibatan kolaboratif dengan masyarakat umum, misalnya lewat mengajarkan bahasa Inggris, membangun perpustakaan untuk masyarakat, atau berkolaborasi membuat karya seni melalui berbagai komunitas.

Menjadi komponen kelulusan
Di Sinarmas World Academy, program CAS hanya diperuntukkan bagi siswa middle school dan high school. Selain dijadikan sebagai program wajib, CAS juga digunakan sebagai salah satu komponen kelulusan siswa.
Adapun beberapa outcome yang diharapkan dari program ini, beberapa di antaranya adalah siswa dapat mengidentifikasi kekuatan sendiri dan mengembangkan area untuk pertumbuhan pribadi, menunjukkan bahwa mereka bisa menaklukkan tantangan dan mengembangkan keterampilan baru, mencatat setiap proses yang telah mereka lalui, serta dapat menunjukkan komitmen dan ketekunan saat mengikuti kegiatan.
Di samping itu, mereka juga mendapatkan pengalaman akan manfaat bekerja secara kolaboratif, menunjukkan keterlibatan dengan isu-isu global, dan terakhir dapat mempertimbangkan pilihan dan tindakan yang akan mereka pilih.
“Dari semua kegiatan itu, salah satu hal yang paling penting adalah siswa bisa menikmati proses yang mereka jalani. Jadi selain dapat menyalurkan energi dan hobi mereka ke arah positif, mereka juga bisa lebih mengekspresikan dirinya lebih baik,” ujar Ahmad.
Optimalkan kemampuan akademik
Tak hanya kegiatan yang mendukung otak kanan siswa saja, Sinarmas World Academy juga turut mendukung perkembangan keterampilan akademik siswa yang berhubungan dengan intelligent quotient (IQ).
“Untuk mengoptimalkan kemampuan akademik, sekolah memfasilitasi berbagai kegiatan kompetisi berskala nasional dan internasional. Selain bisa mengasah keterampilan akademik, kegiatan ini juga bisa memotivasi siswa,” ungkap SWA School Counselour Danny kepada Kompas.com, Rabu (3/10/2018).
Adapun beberapa kompetisi yang diikuti siswa SWA di antaranya Southeast Asian Mathematical Olympiads (SEAMO), Japan International Science and Mathematics Olympiads (JISMO), International Competitions and Assessments for School (ICAS), World Scholar's Cup (WSC), Indonesian Robotics Olympiad (IRO), Spelling Bee, English Literacy Day,dan Sinarmas World Mind Matrix.
Sementara itu kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan sekolah untuk mengoptimalkan keterampilan belajar siswa adalah dengan melakukan pertukaran pelajar, studi banding, mengundang para pakar pendidikan dari dalam dan luar negeri untuk memberikan pelatihan-pelatihan (workshop) di berbagai bidang akademik seperti matematika, IPA, teknologi dan informasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/otak_20180730_042155.jpg)