Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Otak Kanan

Kerap dikatakan bahwa anak yang pintar berhitung pasti otak kirinya lebih dominan.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kerap dikatakan bahwa anak yang pintar berhitung pasti otak kirinya lebih dominan.

Sementara anak yang lihai dalam bidang kesenian memiliki otak kanan yang lebih aktif. Benarkah?

Jika berbicara mengenai fungsi otak, mungkin kita harus memutar balik waktu menuju tahun 60an, di mana seorang ahli neuropsikolog asal Amerika Serikat, Roger Sperry melakukan riset tentang otak manusia.

Lewat penelitian yang memakan waktu lebih kurang sepuluh tahun itu, Roger menemukan bahwa ternyata otak manusia terdiri atas dua bagian.

Menurutnya, kedua belah otak ini saling memberi informasi. Belahan otak kanan, misalnya, bertugas mengendalikan otot-otot di bagian kiri tubuh. Sementara otak belahan kiri mengontrol otot di bagian sebaliknya.

Menurut penelitian Roger pula, secara umum belahan otak kiri sangat dominan dalam fungsi bahasa verbal. Selain itu bagian ini juga mengerjakan fungsi logika dan komputasi matematika. Bisa dibilang bahwa otak kiri merupakan pengendali intelligent quotient ( IQ).

Fungsi tersebut ternyata tidak ditemui pada otak bagian kanan. Hal ini karena otak kanan lebih berfungsi dalam pengembangan emotional quotient ( EQ).

Di samping itu, otak kanan juga berhubungan dengan kemampuan intuitif seni (seperti menyanyi, menari, melukis), kemampuan merasakan, pusat khayalan dan kreativitas, serta pengendalian ekspresi manusia.

Setelah melihat hasil riset di atas mungkin Anda akan bertanya, “sebaiknya otak bagian mana yang harus diunggulkan?”.

Pada dasarnya, otak secara alami akan selalu menjaga keseimbangan dan bertugas membagi kontrol beberapa fungsi.  Pembagian fungsi ini juga dimaksudkan agar otak bekerja secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu, hal terpenting yang harus Anda ketahui adalah bagaimana kedua bagian otak tersebut menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya.

Kreativitas, aktivitas, dan pelayanan

Sekolah menjadi wadah yang tepat untuk mengembangan dan menyeimbangkan fungsi otak. Hal ini karena siswa dapat mengikuti beberapa kegiatan yang sesuai bakat dan minatnya.

“Sekolah mempunyai peran untuk bisa mengarahkan mereka (siswa) memiliki keterampilan yang seimbang,” ujar Ahmad, salah satu tenaga pendidik Sinarmas World Academy kepada Kompas.com, Selasa (25/9/2018).

Siswa SWA saat sedang mengikuti salah satu program CAS, Riveria Football.
Siswa SWA saat sedang mengikuti salah satu program CAS, Riveria Football.(Dok. SWA)

Oleh karena itu, lanjut Ahmad, ada baiknya sekolah juga memiliki program yang lebih spesifik untuk mengekspresikan potensi diri siswa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved